Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sedang Diuji UMBY dan UNPAD, Tanaman Perusak Ekosistem jadi Makanan Ternak Alternatif, Begini Penjelasannya..

Gunawan RaJa • Rabu, 29 Mei 2024 | 18:34 WIB
KOLABORASI - Para peneliti tanaman perusak ekosistem jadi makanan ternak alternatif berpose di depan Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Rabu (29/5/2024)
KOLABORASI - Para peneliti tanaman perusak ekosistem jadi makanan ternak alternatif berpose di depan Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Rabu (29/5/2024)

JOGJA - Gulma merupakan tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan oleh petani, karena menurunkan hasil produksi pertanian. Program Studi Peternakan, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) tengah menguji potensi tanaman perusak ekosistem tersebut untuk menunjang produksi ternak ruminansia dalam negeri.

Untuk kepentingan ini UMBY kolaborasi riset dengan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan dan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (UNPAD).  

"Mengkaji potensi pemanfaatan gulma Wedelia sebagai pakan alternatif untuk menunjang produksi ternak ruminansia dalam negeri" kata ketua tim peneliti UMBY Ajat Sudrajat pada Rabu (29/5/2024).

Penelitian ini juga melibatkan 10 mahasiswa prodi peternakan. Dia meyakini, salah satu gulma yang mempunyai potensi untuk pakan ternak ruminansia adalah gulma wedelia trilobata (L.) Hitchc. 

"Tanaman ini menimbulkan kerusakan ekosistem dan dapat menurunkan biodiversitas tanaman asli," ujarnya.

Sebelumnya penelitian pemanfaatan gulma hanya sebatas famili poaceae serta Mimosaceae serta baru menguji kandungan bahan aktif untuk obat herbal.

"Kami ingin kajian pemanfaatan gulma sebagai pakan ternak ruminansia lebih lengkap," jelasnya.

Sehingga perlu adanya penelitian atau kajian yang lengkap tentang potensi produksi, kandungan nutrisi dan pengaruhnya terhadap produksi ternak ruminansia.

“Semoga hasil riset ini dapat menjadi solusi untuk memecahkan salah satu permasalahan kekurangan pakan untuk ternak ruminansia," terangnya. 

Sementara itu mitra dari UNPAD, Ir. Raden Febrianto berharap kolaborasi riset dapat bermanfaat bagi semua institusi dan masyarakat khususnya peternak. 

"Peran mitra pada kolaborasi riset sangat penting yaitu membantu dalam koleksi dan analisis data serta publikasi hasil penelitian," kata Raden Febrianto. (gun)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#perusak #tanaman #gulma #ekosistem