SLEMAN - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo resmi melantik Susmiarto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) pada Rabu (22/5) menggantikan Harda Kiswaya yang purna tugas. Orang nomor satu di Bumi Sembada itu meminta agar pimpinan tertinggi ASN tersebut dapat segera menanggulangi permasalahan sampah.
Kustini mengatakan, sampai saat ini masih ada 111 ton sampah yang belum terkelola. Sehingga menurutnya, penanganan sampah harus menjadi salah satu hal yang diprioritaskan oleh pemerintah daerah.
Oleh karena itu, dia pun berpesan agar Sekda Sleman yang baru terlantik dapat bergerak cepat mengkoordinir perangkat daerah dibawahnya untuk menanggulangi sampah. Disamping melaksanakan tugas utama sekda untuk mewujudkan visi misi kepala maupun wakil kepala daerah.
“Yang saat ini urgent (darurat) adalah mengenai sampah. Sekda harus mengkoordinir penanganan sampah,” ujar Kustini disela pelantikan Sekda Sleman, Rabu (22/5) kemarin.
Kustini menyebut, bahwa pemerintah sudah berupaya melakukan pengelolaan sampah mandiri pasca TPA Piyungan ditutup. Yakni dengan mengoperasionalkan TPST Tamanmartani dan TPST Minggir dengan kemampuan pengelolaan sampah mencapai 80 ton per hari.
Selain itu, Pemkab Sleman juga memiliki transfer depo dan TPS3R yang tersebar di beberapa kalurahan dengan kemampuan pengelolaan sampah mencapai 40 ton per hari. Namun upaya itu hanya mampu mengelola sebagian, karena produksi sampah di Sleman sendiri mencapai 230 ton per hari.
Kustini menyatakan, agar permasalahan sampah di kabupaten Sleman bisa segera tertangani, pihaknya dalam waktu dekat ini akan meminta para lurah di Sleman untuk ikut andil. Sehingga permasalahan sampah pun bisa selesai di tingkat kalurahan.
“Minimal 20 lurah harus nyengkuyung (gotong royong) menangani sampah. Terutama yang wilayahnya di dalam perkotaan dan tempat wisata,” katanya.
Sementara itu, Sekda Sleman Susmiarto mengaku, siap untuk menangani permasalahan sampah. Dia pun akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk membuat berbagai kebijakan. Sehingga sampah di kabupaten Sleman dapat terkelola dengan baik.
Susmiarto menyatakan, dalam upaya penanganan sampah itu dia akan mencari solusi dengan melihat persoalan tingkat bawah. Misalnya, dari upaya pengelolaan sampah dalam lingkup pemukiman atau desa.
“Nanti kita cari persoalan dari hal kecil, misal di level kampung,” ucap mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin