SLEMAN - Palang Merah Indonesia (PMI) mencatat stok darah di kabupaten Sleman untuk saat ini surplus. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan saat bulan ramadhan yang ketersediaannya sempat kritis.
Ketua PMI Sleman Sunartono mengatakan, pada bulan Mei ini ketersediaan darah di kabupaten mencapai 200 kantong per hari. Jumlah itu surplus atau sangat mampu mencukupi darah di wilayah tersebut yang kebutuhannya mencapai 100 kantong per hari.
Sunartono menyatakan, mampu meningkatkannya ketersediaan darah di Sleman karena pihaknya cukup masif untuk kembali menggerakkan pendonor. Sehingga kemudian, stok darah yang sebelumnya kritis selama bulan ramadhan pun mampu tercukupi kembali.
“Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan kami tetap membutuhkan darah dari luar daerah. Tergantung stok tiap golongan,” ujar Sunartono saat ditemui, Rabu (22/5).
Lebih lanjut, menurut Sunartono, saat ini PMI Sleman juga terus melakukan pembinaan terhadap generasi muda yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR). Disamping dengan melatih penanganan kebencanaan dan korban kecelakaan, pihaknya juga membangun karakter dan kebersamaan para relawan PMR.
Sunartono menyebut, upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar lomba paduan suara yang diikuti oleh PMR dari seluruh kapanewon di kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (22/5) dengan diikuti oleh relawan PMR yang berasal dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Harapannya, melalui kegiatan lomba paduan suara terbangun karakter, jiwa kebersamaan, serta saling menghargai sesama teman,” ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap, PMI Sleman dapat diikutsertakan untuk menggelar donor darah dalam berbagai kegiatan. Khususnya pada kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Kustini menegaskan, kalau kegiatan donor darah memang perlu digalakkan karena merupakan bentuk kepedulian antar sesama. Selain itu juga sebagai upaya agar ketersediaan darah di kabupaten Sleman selalu tercukupi .
“Kami berharap masyarakat selalu aktif mendonorkan darahnya ke PMI Sleman,” tegas Kustini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin