SLEMAN - Hujan abu vulkanik Gunung Merapi terjadi di kabupaten Sleman, Senin (20/5/2024). Tepatnya di wilayah kalurahan Kepuharjo, Cangkringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun meminta agar masyarakat waspada.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, hujan abu vulkanik memang turun di Padukuhan Kopeng, Kepuharjo, Cangkringan dan wilayah sekitarnya. Hanya untuk kategori abunya masih cukup tipis dan tidak membahayakan.
Menurut dia, adanya hujan abu tipis di wilayah desa Kepuharjo tersebut, karena pada saat itu kondisi angin berhembus cukup kencang ke arah selatan. Sehingga ketika terjadi awan panas guguran Gunung Merapi, material abu vulkaniknya pun ikut terbawa.
“Jadi tadi memang anginnya ke arah selatan, mungkin karena tadi ada APG (awan panas guguran) kecil jadi ikut terbawa ke selatan,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Senin (20/5).
Meski terjadi hujan abu vulkanik, Bambang memastikan, kalau kawasan lereng Gunung Merapi yang masuk wilayah kabupaten Sleman sampai saat ini masih masuk kategori aman. Sehingga belum ada tindakan evakuasi dan sebagainya.
Menurut Bambang, awan panas guguran Gunung Merapi yang terjadi hari ini juga belum terlalu berdampak pada wilayah pemukiman. Artinya, guguran masih masuk dalam jarak aman yang direkomendasikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
“Masih aman, masih dalam zona yang direkomendasi BPPTKG,” katanya.
Sementara itu, dari informasi BPPTKG aktifitas tingkat aktifitas Gunung Merapi sampai saat ini masih masuk kategori siaga atau level tiga. Pada Senin (20/5) juga teramati tiga kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1,5 kilometer.
Masyarakat pun diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik erupsi Gunung Merapi. Serta menghindari kawasan bahaya dan mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin