SLEMAN - Relokasi Makam Kyai Kromo Ijoyo atau Situs Mbah Celeng yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Itu, setelah pihak terkait menyelesaikan berbagai produser untuk pemindahan salah satu situs yang sarat akan sejarah tersebut.
Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, dalam proses relokasi Situs Mbah Celeng pihaknya sudah menempuh semua mekanisme prosedur pemindahan. Mulai dari penilaian appraisal lahan hingga nilai tegakan pada situs sejarah yang terletak di Padukuhan Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman tersebut.
Di samping itu, titik relokasi Situs Mbah Celeng pun sudah disiapkan dengan lokasi yang masih berada di Padukuhan Ketingan. Artinya, dengan sudah dilaluinya prosedur tersebut, maka pemindahan situs tersebut pun bisa segera dilakukan.
Agung menyatakan, bahwa dalam proses pemindahan Situs Mbah Celeng itu nantinya pelaksana proyek akan melibatkan pihak dari Keraton Yogyakarta. Sebab, makam tersebut berada di atas Sultan Ground dan di bawah naungan Kasultanan Ngayogyakarta.
“Untuk target relokasi kami upayakan secepatnya, kemungkinan setelah (proyek) di Ring Road Utara. Nanti pihak kasultanan akan membantu untuk relokasi,” ujar Agung, Minggu (19/5/2024).
Dia menjelaskan, kalau lokasi Situs Mbah Celeng sendiri nantinya akan digunakan sebagai salah satu titik pemasangan box culvert. Yakni infrastruktur seperti terowongan yang berfungsi untuk akses kendaraan atau masyarakat yang berada di bawah jalan tol.
Agung mengungkap, kalau pemasangan box culvert sendiri sudah dilakukan pada 17 titik dari target 20 titik. Tiga titik di antaranya belum dilakukan pemasangan karena terkendala status lahan, salah satunya di lokasi Situs Mbah Celeng.
Baca Juga: Jurgen Klopp Unduh Instagram untuk Sampaikan Pesan Kepada Penggemar Liverpool
“Selain di situs Mbah Celeng, ada tanah milik masyarakat yang masih diagunkan di bank. Sehingga belum bisa diselesaikan administrasinya,” beber Agung.
Sebelumnya, Lurah Tirtoadi Mardiharto menyampaikan, kalau lahan relokasi makam Kyai Kromo Ijoyo disiapkan tidak jauh dari lokasi makam saat ini. Jaraknya sekitar 150 meter dari lokasi lama dan memiliki luas sekitar 200 meter. Serta menggunakan tanah milik Kasultanan Ngayogyakarta.
Menurut Mardiharto, rencana terkait pemindahan makam Kyai Kromo Ijoyo sampai saat ini masih terus berproses. Adapun kalurahan masih menunggu perizinan penggunaan lahan dari dari Keraton Jogja yang sebelumnya telah diajukan.
Pihaknya pun masih belum tahu siapa yang akan melakukan relokasi terhadap makam yang kerap disebut Situs Mbah Celeng tersebut. Apakah nantinya dilakukan pemerintah kalurahan, kontraktor, atau dari pihak tol.
“Apabila UGR (apraisal) diserahkan kepada warga atau ahli waris, maka nantinya pemerintah kalurahan yang melakukan pemindahan,” beber Mardiharto beberapa waktu lalu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin