SLEMAN - Dinas Sosial (Dinsos) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Jambore Sosial Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dengan tajuk 'Restorasi Sosial, Aksi Nyata Untuk Jogja' pada 18-19 Mei 2024 di Komplek Candi Prambanan, Yogyakarta. Selain untuk penyegaran para anggota, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan mengakraban seluruh PSKS se DIY.
"Jambore Sosial Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial menjadi wadah bagi kita semua untuk mempererat tali persaudaraan dan merayakan kepedulian kita terhadap masyarakat," ujar Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dalam sambutanya, Sabtu (18/5/2024).
Paku Alam X menilai kegiatan tersebut memounyai makna yang penting dan tidak hanya sekadar pertemuan. Jambore Sosial merupakan paltform untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan ide yang membantu meningkatkan kesejahteran sosial.
"Semua PSKS yang hadir diharapakan akan menjadi kekuatan yang besar dalam penanganan masalah sosial ketika semua berkolaborasi dan bersinergi," tuturnya.
Pembangunan kesejahteraan memerlukan kerjasama dan sinergi dari semua pihak tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat. Kegiatan ini diharapkan memfasilitasi sinergi dan kolaborasi yang efektif antar semua Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial untuk mengatasi tantangan sosial yang kompleks.
"Melalui tema "Restorasi Sosial, Aksi Nyata untuk Jogja", yang relevan dengan tantangan saat ini menekankan pentingnya restorasi nilai-nilai sosial dan mengajak kita semua untuk mempertahankan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Ini adalah dasar yang kokoh untuk mengembangkan program kesejahteraan sosial yang efektif dan berkelanjutan di Yogyakarta," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Budang Pemberdayaan Sosial Dinsos DIY, Tri susilastuti mengatakan terdapat 12 Jenis PSKS yang dilibatkan dalam Jambore Sosial 2024. DIY memiliki potensi dan sumber Kesejahteraan Sosial diantaranya Taruna Siaga Bencana, Penyuluh Sosial Masyarakat, Pekerja Sosial Profesional, Pekerja Sosial Masyarakat, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Karang Taruna, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat, dan Dunia Usaha.
"Tital Peserta sebanyak 480 orang dari perwakilan setiap PSKS. Karena kalau ikut semua tidak muat, total PSKS di DIY ada ribuan. IPSM itu saja sudah 5000, LKS 346 lembaga," ujarnya.
Peserta merupakan perwakilan setiap PSKS dengan jumlah yang bervariatif. Terdapar beberapa regu dengan satu regunya tersiri dari 12 orang. Jambire Sosial 2024 merupakan oenyelenggaraan pertama di DIY.
Baca Juga: Sering Kesulitan Mencari Gandos, Enak Dimakan saat Masih Hangat untuk Menemani Teh Pahit
"Tujuanya juga untuk mengakrabkan dari 12 jenis PSKS sehingga nantinya dalam penyelenggaraan Kesejahteraan sosial di masyarakat bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan baik," tuturnya.
Beberapa acara yang syarat akan makna untuk memuluk jiwa sosial juga diadakan untuk mendukung terwujudnya tujuan tersebut. Dimulai dari kegiatan restorasi sosial berbasis budaya jawa.
"Jambore ini konsepnya menggambarkan sebuah kampung dimana nilai-nilai luhur bermasyarakat masih dijaga didalamnya jadi tujuan giat tersebut memang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sosial di masyarakat," jelasnya.
Tri menilai dengan adanya pengaruh kemajuan zaman menyebabkan kehidupan yang individualisme. Sehingga tepo seliro dalam masyarakat saat ini sudah mulai tergerus.
"Kita adakan donor darah juga yang bisa dimaknai dalam bermasyakat membutuhkan sikap saling tolong menolong,"
Terdapat juga giat restorasi sungai yaitu agenda bersih-bersih sungai. Selain menjalin hubungan baik dengan manusia, mahkluk sosial diharuskan peka terhadap lingkungan. Hal itulah yang mendasari diadakanya giat restorasi sungai.
"Kami belajar bersama untuk lebih peduli pada lingkungan," ujarnya.
"Sebagai manusia sosial hidup tidak bisa sendiri. Tri mengibaratkan untuk bisa makan butuh peran petani hingga sampai pada konsumen," imbuhnya.
Selain berbagai macam jenis kegiatan untuk membangun jiwa sosial dalam kehidupan bermasyakat, di acara tersbeut juga disediakan stand untuk keperluan kepengurusan administrasi kependudukan. Dari data sementara menyebutkan peserta 133 peserta Jambore Sosial telah mengurus administrasi kependudukan terkait dengan IKD.
"Peserta yang dinor darah juga ada sementara sebanyak 39 peserta. Donor darah kami adakan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama," katanya.
Tri berharap kegiatan tersebut menjadi awal program baru sehingga kedepanya akan bisa diselenggarakan kembali. Selain itu, cakupan pesertanya kemungkinan akan lebih ditingkatkan lagi.
"Sesuai dengan sambutan pak Wagub tadi juga ngendiko minimal kegiatan seoerti ini bisa rutin dilakukan setiap tahunya minimal dua tahun sekali," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin