RADAR JOGJA - Fakultas Biologi UGM resmi membuka program studi (prodi) baru. Bernama Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH). Prodi ini merupakan prodi pertama di Indonesia sekaligus Asia yang secara spesifik fokus untuk mencetak kurator keanekaragaman hayati (kehati).
Dekan Fakultas Biologi UGM Budi Setiadi Daryono mengatakan, bahwa Prodi PKKH dibuka sebagai langkah strategis untuk menghasilkan para profesional dalam mengelola kehati baik dalam level nasional maupun global. Dalam pelaksanaannya, Biologi UGM juga telah menjalin kerja sama dengan Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) dan Indonesia Biologist Association (IBA) atau Perkumpulan Profesi Ilmu Hayati Indonesia (PIHI). Untuk membantu mensinergikan kebutuhan yang berperan mendukung percepatan kemajuan prodi.
"Dengan membuka prodi ini, kami ingin memperkuat Instruksi Presiden No.1/2023 tentang Pengarusutamaan Kehati dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia," katanya kemarin (13/5).
Budi menyebut, profesi kurator kehati merupakan langkah strategis yang penting diambil. Dan sebagai pembuka sejarah dalam memperkuat peran Biologi dalam menopang Indonesia sebagai negara Megabiodiversitas dunia.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM Eko Agus Suyono menuturkan, adanya program pendidikan profesi ini para peserta diharap akan mendapat pemahaman mendalam. "Pemahaman tentang keragaman hayati, keterampilan praktis dalam manajemen koleksi, dan kesiapan untuk menjadi pemimpin dalam bidang ini," serunya.
Selain itu, Eko juga meyakini dengan adanya profesi kurator kehati bisa mengoptimalkan jejaring prodi dan memberikan kesempatan bagi para alumni. Untuk bergabung menjadi anggota Perkumpulan organisasi dalam profesi ilmu hayati Indonesia atau Indonesia Biologist Association (IBA). "Tujuan organisasi itu sebagai pemersatu, pembina dan pemberdaya biolog yang ada di Indonesia," paparnya.
Ketua IBA Ario Setra Setiadi menuturkan, inovasi ini jadi salah satu indikator dan langkah penting memastikan pelestarian dan penelitian lebih lanjut tentang kehati yang ada di Indonesia. "Prodi ini berperan memastikan koleksi hayati terjaga dengan baik, berperan juga mengidentifikasi spesies yang butuh perlindungan khusus," lontarnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika