RADAR JOGJA, SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan.
Padahal, bulan Mei ini sudah memasuki periode musim kemarau.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, untuk tiga hari kedepan (12-14/5) ada beberapa wilayah di DIY yang berpotensi diguyur hujan. Hanya untuk kategorinya masuk hujan ringan.
Dia mengungkapkan, untuk wilayah yang berpotensi diguyur hujan pada Minggu (12/5) di antaranya Sleman, Gunungkidul bagian utara serta timur, dan Kulon Progo bagian utara.
Kemudian Senin (13/5) wilayah yang bakal diguyur Hujan meliputi Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara.
“Sementara untuk hari Senin (14/5) Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara berpotensi diguyur hujan ringan,” ujar Warjono dalam keterangannya.
Warjono membeberkan, bahwa adanya hujan ditengah musim kemarau disebabkan beberapa hal.
Di antaranya karena dari hasil analisis dinamika atmosfer terkini, perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Samudra Hindia barat, Sumatera Barat hingga barat Aceh, Selat Malaka hingga Laut Andaman,
Kemudian untuk daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Pesisir Barat Papua, Sumatera Barat hingga barat Aceh.
Lalu untuk pantauan suhu muka laut (SML) baik dalam skala harian maupun mingguan di Laut Jawa terpantau hangat sebesar 29 – 30 celcius atau masuk kategori hangat.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menambah potensi penguapan uap air dalam atmosfer.
Baca Juga: Jarang Diketahui, Ini Beberapa Manfaat Daun Sembung Bagi Kesehatan Tubuh
Baca Juga: Bus Pariwisata yang Membawa Rombongan Siswa SMK Terguling di Ciater, Subang, Menewaskan 9 Orang
Terlebih hasil analisis terkini profil vertikal kelembaban udara terkini juga terpantau cukup basah).
“Sehingga memungkinkan terjadi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY bagian utara pada siang hingga sore hari,” terang Warjono.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menyatakan, bahwa hingga bulan akhir Mei kabupaten Sleman masih menetapkan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
Sebab, pada masa pancaroba atau peralihan musim penghujan ke kemarau ada berpotensi hujan disertai angin kencang.
Meskipun demikian, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera membahas kesiapan bencana kekeringan.
Yakni pada bulan depan atau setelah masa perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi berakhir.
“Untuk saat ini kami masih masih waspadai bencana hidrometeorologi,” tegas Bambang.
Editor : Bahana.