SLEMAN - Kegiatan membuang sampah secara sembarangan kini menjadi perhatian Pemkab Sleman. Melalui instansi terkait, para pelaku pembuang sampah liar bakal diawasi dan diberikan sanksi sosial.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, pihaknya akan memasang kamera pengawas atau CCTV pada tujuh titik lokasi pembuangan sampah liar. Hanya untuk lokasinya dirahasiakan.
Tidak diungkapkannya tujuh lokasi pemasangan kamera pengawas itu ke publik bukan tanpa alasan. Menurut Epiphana, pihaknya ingin mengetahui siapa saja yang kerap membuang sampah sembarangan lalu kemudian diberi sanksi sosial.
“Seumpama nanti kita ungkap titik-titiknya bisa jadi malah berpindah lokasi pembuangan sampahnya, sehingga sulit untuk kita awasi,” ujar Epiphana, Jumat (10/5).
Mantan Sekretaris Dinas Sosial itu pun memastikan, sudah ada sanksi bagi para pelaku pembuang sampah liar di kabupaten Sleman. Yakni berupa sanksi sosial supaya para pelakunya jera.
Epiphana menyebut, bentuk sanksi sosial yang diberikan nantinya berupa hukuman untuk menyapu jalan-jalan umum. Serta diminta untuk mengambil kembali sampah yang dibuang secara sembarangan.
“Kami berkoordinasi dengan kecamatan untuk memetakan mana saja lokasi-lokasi yang jarang disapu, nanti akan kami suruh nyapu seminggu,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta, agar masyarakat bisa memanfaatkan sampah organik. Hal itu penting dilakukan agar pemerintah dan masyarakat bisa saling bekerjasama untuk mengatasi permasalahan sampah. Terlebih dengan ditutupnya TPA Piyungan.
Dia pun mengajak, agar masyarakat bisa berkreasi dan memanfaatkan sampah menjadi barang yang bermanfaat. Seperti diolah menjadi sabun dan lilin minyak jelantah, tepung ampas kelapa, hingga hand sanitizer eco enzyme. Sebagai upaya pengelolaan sampah rumah tangga ataupun sampah organik.
Baca Juga: Pemprov DIY Siapkan Kajian Mitigasi Bencana Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja
“Semoga kita dapat sesarengan, bersama-sama, untuk mengatasi permasalahan sampah di Sleman,” ucap Kustini beberapa waktu lalu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin