Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Brrr! BMKG Prediksi Suhu di Yogyakarta Saat Malam Hari Bisa Lebih Dingin dari Sekarang, Ini Penyebabnya

Iwan Nurwanto • Selasa, 7 Mei 2024 | 20:14 WIB
Ilustrasi Cuaca Dingin. (FREEPIK.COM)
Ilustrasi Cuaca Dingin. (FREEPIK.COM)

SLEMAN - Belakangan ini wilayah Yogyakarta mengalami udara dingin pada malam dan pagi hari. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu udara akan terus menurun menjelang puncak musim kemarau.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, dari pantauan pihaknya selama sepekan terakhir suhu udara di DIY bisa mencapai 21 sampai dengan 22 derajat celcius. Pada kondisi itu memang membuat suhu udara terasa dingin.

Reni menyebut, ada potensi suhu udara di Yogyakarta dapat menjadi lebih dingin dibandingkan saat ini. Apalagi jika mendekati puncak-puncak musim kemarau pada bulan Juli hingga Agustus mendatang. Pada periode bulan tersebut diprediksi suhu bisa mencapai kisaran 18 sampai 20 derajat celcius.

“Bisa saja terjadi suhu dibawah 20 derajat celcius, biasanya mendekati puncak musim kemarau,” ujar Reni kepada Radar Jogja, Selasa (7/5).

Dia menjelaskan, kalau salah satu penyebab suhu udara terasa dingin disebabkan oleh gerak semu matahari. Namun disamping itu juga karena pada musim kemarau seperti sekarang tutupan awan hujan cukup sedikit.

Dampak dari fenomena itu membuat siang hari terasa sangat panas. Sebab radiasi sinar matahari bisa langsung menuju ke bumi karena tidak terhalang awan dan membuat suhu udara terasa sangat panas.

Kemudian saat malam hari, lanjut Reni, kondisinya justru berbanding terbalik. Dikarenakan radiasi yang diterima bumi sebagai gelombang panjang dilepaskan kembali ke angkasa tidak ada halangan awan-awan hujan. Selain itu juga tidak ada yang dipantulkan kembali ke bumi.

“Sehingga menyebabkan udara dingin pada pagi hari,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati menyebut, pada musim kemarau perlu diwaspadai beberapa jenis penyakit. Sebab dengan kondisi udara dingin seperti sekarang  dapat membawa penyakit yang ditularkan melalui udara (airbone). 

Contohnya, seperti batuk dan influenza yang menyerang sistem pernafasan manusia. Namun, perlu diwaspadai pula penyakit lain seperti diare, gatal-gatal, dan penyakit mata.

Yuli sapaanya menyampaikan, berbagai upaya bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah berbagai jenis penyakit tersebut. Salah satu yang cukup penting adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

Kemudian, lanjutnya, ketika udara terasa dingin di kulit masyarakat juga perlu memakai baju hangat. Lalu ketika siang hari juga diimbau untuk menggunakan krim agar kulit tidak gatal, kering atau pecah-pecah.

Selain itu, penting juga untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Karena merupakan upaya mencegah debu masuk ke saluran pernafasan dan meminimalisasi penularan penyakit ketika sedang sakit.

"Selain itu perlu juga membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan melakukan aktivitas fisik untuk menjaga stamina agar tetap sehat dan fit," ungkap Yuli beberapa waktu lalu. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#suhu dingin #malam hari