SLEMAN - Dampak bencana akibat cuaca ekstrem terjadi di kabupaten Sleman pada Selasa (23/4).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat sedikitnya empat titik pohon tumbang yang menutup akses jalan hingga menimpa kendaraan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, hingga petang pihaknya mencatat ada empat titik kejadian pohon tumbang.
Pertama, pohon tumbang menimpa sebuah mobil di Kantor UPTD PPA yang beralamat di Padukuhan Paten, Tridadi.
Bambang mengungkapkan, di lokasi tersebut pohon akasia berdiameter 25 centimeter ambruk menimpa kendaraan roda empat milik karyawan UPTD PPA.
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Hanya kerugian materi.
Kemudian, untuk titik kedua berada Padukuhan Ngrenak Kidul, Sidomoyo, Godean.
Di wilayah itu tiga pohon dengan diameter di bawah 60 centimeter tumbang menimpa gubuk.
“Penyebabnya dikarenakan angin kencang,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (23/4).
Dia melanjutkan, bahwa tidak jauh dari lokasi itu BPBD Sleman juga mendapat laporan pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik.
Sehingga kemudian membuat listrik di sekitar mengalami padam untuk sementara.
Selain di tiga titik itu, Bambang menyebut, juga ada kejadian pohon tumbang di kawasan Ring Road Barat. Tepatnya, Jalan Siliwangi, Bedok, Trihanggo, Gamping.
Dua pohon manding berdiameter 25 cm dan 15 ambruk menimpa jaringan telepon dan sempat menutup akses jalan.
“Untuk assessment atau penanganan sudah kami lakukan. Semua terkondisi,” ungkap Bambang.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, wilayah DIY memasuki awal musim kemarau kemungkinan pada bulan Mei.
Tepatnya, pada dasarian satu atau sepuluh hari pertama.
Reni mengungkap, pada periode itu sebagian besar kabupaten dan kota di DIY diprediksi sudah mulai berkurang intensitas hujannya.
Sementara untuk sekarang kemungkinan tengah memasuki masa pancaroba atau peralihan musim penghujan ke kemarau.
Walaupun pada awal bulan Mei nanti meski sudah memasuki kemarau. Dia menyebut, sebagian wilayah tetap berpotensi masih tetap turun hujan.
Seperti wilayah Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara. Serta Gunungkidul bagian tengah serta Gunungkidul bagian Selatan.
“Untuk Wilayah-wilayah tersebut kemungkinan memasuki musim kemarau pada bulan Mei Dasarian III,” terangnya. (inu)