RADAR JOGJA - Ribuan pemudik memadati Terminal Jombor selama masa arus balik Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Bahkan pengelola terminal tipe B di Kalurahan Sinduadi, Mlati, itu memprediksi gelombang arus balik bakal terus terjadi hingga hari ini (16/4).
Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIJ Agnes Dhiany mengatakan, puncak arus balik di Terminal Jombor terjadi pada Sabtu (13/4) dan Minggu (14/4). Di mana bus yang datang mengalami peningkatan 18,26 persen atau dari rata-rata harian sebanyak 334 bus menjadi 395 bus.
Sementara untuk keberangkatan juga mengalami peningkatan 17,61 persen. Dari rata-rata harian pergerakan armada 335 bus menjadi 394 bus. Kemudian untuk penumpang naik 12,58 persen atau dari rata-rata harian 850 orang menjadi 957 orang.
"Untuk penumpang yang berangkat dari Terminal Jombor naik signifikan sebesar 39,36 persen. Dari rata-rata harian 1.400 orang menjadi 1.951 orang,” ujar Agnes saat dihubungi kemarin (15/4).
Lebih lanjut Agnes memprediksi, gelombang arus balik di Terminal Jombor bakal terus terjadi hingga hari ini (16/7). Dari pantauan pihaknya pada masa-masa arus balik, mayoritas penumpang banyak menuju wilayah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Agnes pun memastikan, gelombang arus balik di Terminal Jombor juga hanya akan terjadi sekali. Artinya, dalam beberapa hari ke depan situasi penumpang maupun pergerakan bus akan kembali normal seperti hari-hari biasa.
"Misal ada peningkatan tidak sebanyak kondisi arus balik saat ini, mengingat waktu masuk kantor sampai Selasa, 16 April,” katanya.
Sementara itu, pemilik agen bus Ayu Trans, Atik Lisa menyampaikan, beberapa penumpang memang memesan tiket untuk mudik dan balik sekaligus. Namun hal itu hanya berlaku bagi penumpang yang perjalanannya dalam lingkup Pulau Jawa seperti Jabodetabek.
Dia mengungkapkan, selama musim libur Lebaran ini tiket bus tujuan Jabodetabek juga mengalami kenaikan harga. Per tiket menyentuh Rp 580 ribu. Harga itu naik lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan normalnya yang berkisar Rp 240 ribu. "Kenaikan tiket saat Lebaran merupakan hal yang lumrah," terang Atik. (inu/laz)
Editor : Satria Pradika