Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Luncurkan Bansos JSLU, Ciptakan Lansia Tangguh, Masuki Pensiun Sering Hadapi Kesulitan Hidup

Kusno S Utomo • Kamis, 4 April 2024 | 05:55 WIB

 

PERDANA: Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meluncurkan program bansos Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) di di Dawung Rejosari, Wukirsari, Cangkringan, Sleman,(3/4).
PERDANA: Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meluncurkan program bansos Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) di di Dawung Rejosari, Wukirsari, Cangkringan, Sleman,(3/4).


RADAR JOGJA – Pemprov DIY menaruh perhatian serius terhadap keberadaan kaum lanjut usia alias lansia. Bahkan di mata Gubernur DIY Hamengku Buwono X, kehadiran lansia merupakan kekayaan yang tidak ternilai.


“ Di era seperti sekarang, semua pihak harus berupaya menciptakan generasi lansia yang tangguh, aktif, dan mandiri,” ujar gubernur saat meluncurkan Program Bantuan Sosial Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) di Dawung Rejosari, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Rabu (3/4).


Dalam kesempatan itu, HB X yang datang didampingi Sekprov DIY Beny Suharsono mengajak semua pihak nguri-uri semangat lansia agar dapat terus berkontribusi bagi masyarakat. Meski demikian, dia mengakui kenyataan menunjukan lansia tak memiliki aset. Bahkan saat memasuki masa pensiun sering menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.


“Atas situasi itulah saya ingin menyampaikan pemerintah pusat dan daerah mengemban amanat leluhur, termasuk bagi generasi lansia,” ingatnya. Dikatakan, diluncurkannya Bansos JSLU itu sebagai salah satu upaya jajarannya agar lansia miskin dan telantar bisa lebih sejahtera.


Kepala Dinas Sosial DIY Endah Patminarsih dalam laporannya mengatakan, populasi lansia di DIY yang terbesar di Indonesia. Persentasenya mencapai 17,33 persen dari total keseluruhan penduduk di provinsi ini.


“Kondisi tersebut merupakan kabar gembira sekaligus tantangan bagi semua pihak dalam memastikan terpenuhinya hak dasar dan kesejahteraan lansis,” ujar Endang.

Tentang kehadiran bansos JSLU, Endang menyebut sebagai upaya pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan sosial bagi lansia. Khususnya bagi lansia yang masuk kategori miskin, terlantar dan rentan miskin.


Program bansos JSLU memiliki tujuan membantu terpenuhinya kebutuhan dasar lanjut usia miskin. Kemudian mendorong peningkatan kepedulian keluarga dan/atau masyarakat dalam pemenuhan hak-hak lanjut usia.

Photo
Photo

Selanjutnya, melaksanakan rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, pendampingan sosial dan advokasi sosial bagi lansia berbasis masyarakat.

“Menyediakan bansos JSLU dengan memberdayakan warung-warung di sekitar tempat tinggal penerima bantuan,” katanya.

Baca Juga: 53 Penerima Bansos PKH di Patuk, Gunungkidul Mengembalikan Bantuan kepada Pemerintah


Sasaran bansos JSLU adalah lansia berusia 60 tahun ke atas. Statusnya warga DIY. Jumlahnya 8.000 lansia. Mereka bukan penerima program keluarga harapan (PKH) atau bantuan pangan nontunai (BPNT).

Bansos JSLU berlangsung setahun secara berkelanjutan. Mekanisme penyalurannya berbasis digital. Endang menggandeng kerja sama dengan Bank BPD DIY. Bantuan disalurkan melalui virtual account lewat barcode senilai Rp 300 ribu per orang per bulan.


Skema penggunaan bansos JSLU, penerima dapat melakukan transaksi pembelanjaan di Warung Lanjut Usia Yogyakarta (Waluyo) yang ditunjuk. Kemudian dilakukan scanning dengan aplikasi RAHARJO yang sudah disiapkan oleh Bank BPD DIY.

“Jumlah agen Waluyo di DIY ada sebanyak 257 titik,” bebernya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengungkapkan, institusi yang dipimpinnya juga memiliki program penyaluran bantua lansia miskin dan terlantar. Nilai bantuan Rp 200 ribu.

Bantuanisalurkan selama 12 bulan dan menyasar 2.570 lansia.
Terkit bansos JSLU dari Pemprov DIY, Kustini menginformasikan telah mendistribusikannya.

Rinciannya Januari lalu menyalurkan kepada 2034 lansia. Berikutnya sebanyak 2.006 bansos JSLU dberikan ada Februari. Bansos JSLU terdiri atas sembako, sayuran dan buah-buahan.


Dia berharap dengan adanya bansos JSLU dapat meningkatkan kualitas hidup lansia di kabupaten yang dipimpinnya. Sekaligus menggugah kesadaran dan komitmen berbagai pihak. “Mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat,” katanya. (inu/kus)

Editor : Satria Pradika
#Pemprov DIY #Raharjo #bansos JSLU #Bank BPD DIY #Gubernur Hamengku Buwono X