SLEMAN - Teramati 12 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Selasa 2 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Tujuh Agama Doa Bareng di Alun-Alun, Peringatan Hari Jadi Ke-1.118 Kota Magelang
Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Suhu udara 18.6-26 °C, kelembaban udara 29-99.8 %, dan tekanan udara 871.8-918.7 mmHg.
Volume curah hujan 179 mm per hari.
Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja, edisi Rabu, 3 April 2024
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Baca Juga: Dispar Masif Promosikan Wisata Berkualitas, Upaya Tingkatkan Lama Tinggal dan Belanja Wisatawan
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin