Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 12 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng) dengan Jarak Luncur Maksimum 1.800 Meter

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 3 April 2024 | 15:05 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Teramati 12 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). 

Periode pengamatan Selasa 2 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Baca Juga: Tujuh Agama Doa Bareng di Alun-Alun, Peringatan Hari Jadi Ke-1.118 Kota Magelang

Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. 

Suhu udara 18.6-26 °C, kelembaban udara 29-99.8 %, dan tekanan udara 871.8-918.7 mmHg. 

Volume curah hujan 179 mm per hari. 

Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja, edisi Rabu, 3 April 2024

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga). 

BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

Baca Juga: DIY hingga 29 April Masih Siaga Darurat Hidrometeorologi, Beberapa Daerah Rawan Bencana, Harus Jadi Perhatian Pemudik 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Baca Juga: Dispar Masif Promosikan Wisata Berkualitas, Upaya Tingkatkan Lama Tinggal dan Belanja Wisatawan 

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: Bandara YIA Tambah 372 Extra Flight Selama Lebaran 2024, Per Hari Rata-Rata 15 Ribu Pemudik, Naik 11 Persen dari Hari Biasa

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar