SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman keluarkan 10 kali guguran lava pijar ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Baca Juga: Universitas Sanata Dharma Akui Ditawari tapi Bantah Kerja Sama Ikut Program Ferienjob ke Jerman
Periode pengamatan Jumat 29 Maret 2024 pukul 00.00-24.00.
Cuaca di Gunung Merapi cerah dan mendung.
Angin bertiup lemah ke arah barat.
Baca Juga: Imbang Lawan Madura United, PSS Sleman Kembali Puasa Kemenangan
Suhu udara 17-27 °C, kelembaban udara 47-99.6 %, dan tekanan udara 768-918.6 mmHg.
Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Baca Juga: Yuk Simak! Ini Dia 3 Mitos yang Masih Dipercaya oleh Masyarakat Jogja.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Baca Juga: Harry Kane Fit, Siap Perkuat Bayeen Munich Dalam Derbi Klasik Hadapi Borrusia Dortmund
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Baca Juga: Hendak Menyeberangi Muara di Pantai Glagah Kulon Progo, Remaja 15 Tahun Terseret Arus
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin