Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Sleman Klaim Ketersediaan Gas Melon Aman Selama Lebaran, Stok Capai 1,2 Juta Tabung

Iwan Nurwanto • Jumat, 29 Maret 2024 | 19:54 WIB
TERTIB: Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.
TERTIB: Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

SLEMAN - Isu kelangkaan BBM dan elpiji atau gas melon selalu mencuat setiap mendekati lebaran.

Meskipun demikian, Pemkab Sleman mengklaim stok kedua jenis bahan bakar tersebut aman. Baik selama bulan Ramadhan maupun pasca Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.


Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, terkait dengan ketersediaan bahan bakar pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan.

Yakni, dengan mengajukan penambahan stok BBM dan elpiji kepada Pertamina.


Menurut Danang, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini permintaan gas elpiji di Kabupaten Sleman juga mengalami peningkatan hingga 16 persen.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengajukan stok gas elpiji sebesar 3.850 kilometro head atau sebanyak 1,2 juta tabung.


Lebih dari itu, dia juga memastikan, kalau Pemkab Sleman juga sudah meminta agar Pertamina dapat menyiapkan cadangan tabung gas.

Sehingga kelangkaan gas elpiji bisa diantisipasi dan masyarakat tidak kesulitan untuk mencari bahan bakar tersebut.


“Untuk kelangkaan gas elpiji kami antisipasi dan sudah menyiapkan cadangan. Apabila nanti kekurangan stok, maka di Pertamina masih ada,” ujar Danang, Jumat (29/3).


Politikus kelahiran 18 Juni 1977 itu menambahkan, kalau pemerintah juga telah mengantisipasi kelangkaan stok BBM untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Adapun untuk solar sudah disiapkan stoknya mencapai 5.296 kilo liter per bulan. Kemudian untuk BBM jenis pertalite disiapkan stoknya sebesar 18.594 kilo liter.

Baca Juga: Buat Kalian yang Ada di Luar Negeri, Kirim Uang Buat Keluarga Tercinta di Tanah Air Gak Lagi Repot, BRIFast Remittance Solusinya!  


Danang berharap, dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah dapat mencukupi kebutuhan BBM maupun elpiji di masyarakat.

Baik itu untuk kebutuhan pokok selama Idul Fitri maupun kegiatan pariwisata di Kabupaten Sleman.


“Kami harap tidak ada kendala terkait dengan kebutuhan bahan bakar,” katanya.


Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Sleman Suyanto menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya memastikan distribusi gas melon tepat sasaran.

Salah satunya mengantisipasi agar gas melon tidak digunakan oleh usaha berskala besar.


Menurut dia, gas ukuran tiga kilogram peruntukannya hanya untuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Oleh karena itu dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) agar tidak ada penyalahgunaan gas melon.


“Kami lakukan pengawasan dengan cara inspeksi mendadak ke usaha kuliner yang besar-besar,” beber Suyanto. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#kelangkaan BBM #gas melon #lebaran