Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lakukan Upaya Koordinasi Lintas Sektor, Dinkes Sleman Sigap Tangani Antraks

Bahana. • Selasa, 26 Maret 2024 | 17:40 WIB

Penanganan Antraks oleh tim Dinkes Sleman
Penanganan Antraks oleh tim Dinkes Sleman
SLEMAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menaruh perhatian serius terhadap munculnya kasus penyakit Antraks.

Hal tersebut belum lama ini terjadi di perbatasan Wilayah Sleman dan Gunungkidul.

Upaya cepat tanggap penanganan kasus tersebut dilakukan Dinkes Sleman dengan melakukan koordinasi lintas sektor.

Melibatkan Kapanewon Prambanan, Dinkes Gunungkidul, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sleman dan Gunungkidul, serta Puskesmas Prambanan dengan melakukan skrining kesehatan.

Alhasil tercatat sebanyak 153 orang kontak dengan hewan ternak (sapi) yang diduga terjangkit Antraks. Serta ditemukannya 26 orang bergejala hingga saat ini.

Kepala Dinas Kabupaten Sleman Cahya Purnama mengungkapkan Dinas Kesehatan Sleman terus berupaya melakukan berbagai penanganan untuk kasus tersebut.

Di antaranya dengan membentuk tim terpadu. Masing-masing berperan melakukan pemeriksaan dengan memberikan profilaksis berupa pengobatan dan pencegahan.

Serta tindakan dengan pengamatan kasus secara terus menerus selama tiga bulan kedepan hingga Idul Adha.

"Kami bersyukur, tim bekerja sigap. Sampai saat ini kasus Antraks di kabupaten Sleman dapat terisolir, terkendali dengan baik," tegasnya Senin (18/3).

Selain itu, upaya lain pencegahan yakni melalui pemberian surat edaran kepada faskes tingkat puskesmas dan rumah sakit di Sleman supaya waspada antraks. Baik itu antraks yang menyerang kulit, pernafasan, dan pencernaan.

Sekaligus melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada warga Sleman untuk berhati-hati tidak mengkonsumsi ternak yang sakit apalagi mati mendadak.

"Tentunya kami mengimbau masyarakat Sleman memahami sekaligus belajar dari kasus ini. Mengenali gejala awal melalui tanda-tandanya, supaya terhindar dari penyakit Antraks," harapnya.

Terpenting kata Cahya dalam mengolah daging harus secara baik dan benar. Termasuk pemberlakuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga tidak boleh dilupakan.

"Agar apa? supaya memutus rantai penyebaran penyakit Antraks melalui makanan," imbuhnya.

Untuk itu, apabila terjadi kematian ternak secara mendadak mohon segera melapor supaya cepat ditindaklanjuti. "Bisa di puskesmas, Puskeswan, atau dinas terkait," jelasnya. (*)

Editor : Bahana.
#dinkes sleman #antraks