SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Sleman dan beberapa kabupaten lain di DIY.
Masyarakat pun diimbau untuk waspada terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, dari hasil analisis dinamika atmosfer terkini mengidentifikasi adanya pusat tekanan rendah di bagian barat dan utara Australia.
Selain itu juga terpantau adanya penyebaran arus angin di wilayah Jawa dan perairan selatan Jawa yang bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 20-30 kilometer/jam.
Kemudian dari pantauan Madden Julian Oscillation (MJO) berada di fase 8 dan menandakan kurangnya kontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Kemudian dari pantauan suhu muka laut baik dalam skala harian maupun mingguan di laut Jawa dan Samudera Hindia Selatan terpantau hangat dan menambah potensi penguapan dalam atmosfer.
“Hasil analisis terkini dari profil vertikal kelembaban udara di wilayah DIY pada ketinggian 1.5 – 3.0 km (level 850 - 700 mb) berkisar antara 50 – 80% (cukup kering). Sehingga menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY pada siang, sore, dan malam hari,” ujar Warjono dalam keterangannya, Senin (25/3).
Dengan berbagai kondisi tersebut, lanjutnya, maka BMKG Yogyakarta mempertimbangkan adanya kondisi cuaca hujan selama tiga hari kedepan.
Dimulai dari hari Senin (25/3) ada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara.
Kemudian pada hari Selasa (26/3), BMKG Yogyakarta memprediksi adanya potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Sleman, Gunungkidul bagian utara, dan Kulonprogo bagian utara.
Serta di hari Rabu (27/3) juga ada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara.
“Kami menghimbau agar masyarakat waspada potensi hujan sedang – lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang karena dapat memicu bencana hidrometeorologi berupa pohon tumbang/patah, banjir juga tanah longsor,” tandas Warjono.
Editor : Bahana.