SLEMAN - Ketersediaan beras di Kabupaten Sleman dipastikan cukup.
Bahkan hingga hari Raya Idul Fitri mendatang salah satu bahan pokok itu tidak akan mengalami kekurangan, karena produksinya lumayan besar.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Sleman Suyanto mengatakan, perkiraan hasil panen padi dari kurun bulan Januari hingga April mencapai luas 12.609 hektar.
Adapun lahan padi yang kini sudah panen berada di wilayah Sleman timur meliputi kapanewon Berbah, Prambanan, Kalasan dan Ngemplak.
Dari jumlah itu, Suyanto menyebut, ada kemungkinan produksi beras mencapai 25.553 ton.
Sehingga diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri mendatang.
“Serta menjawab kekhawatiran stok pangan,” ujar Suyanto, Minggu (24/3).
Lebih lanjut, dia membeberkan, kalau fenomena El Nino memang cukup berpengaruh terhadap sektor pertanian di kabupaten Sleman.
Apalagi ditambah dengan pematian selokan Mataram dan Van Der Wijck selama satu bulan penuh. Tentu menyebabkan ketersediaan air sangat kurang.
Suyanto menerangkan, kondisi tersebut berdampak pada mundurnya target tanam pada bulan Oktober hingga Desember 2023.
Setidaknya ada lahan sekitar 10.000 hektar yang mengalami kemunduran dan baru bisa terealisasi pada bulan Januari dan Februari 2024.
Adapun pada bulan Januari capaian panen padi kabupaten Sleman mencapai luas 664 hektar. Kemudian di bulan Februari panen seluas 1.028 hektar.
Lalu untuk target panen bulan Maret seluas 4.051 hektar dan target panen di bulan April seluas 6.868 hektar.
“Dengan mundurnya waktu tanam tentu diikuti dengan mundurnya waktu panen,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, telah dilakukan panen raya padi hasil budidaya tanaman sehat di Kelompok Tani Harapan Pencar, Sindumartani, Ngemplak.
Kegiatan tersebut merupakan berita baik untuk kembali menstabilkan suplai bahan pokok yang sempat mengalami penurunan drastis akibat musim kemarau panjang.
Lebih lanjut, Kustini mengungkapkan, kalau hingga akhir Februari lalu ketersediaan beras di Sleman telah surplus lebih dari 4.600 ton.
Dia pun berharap kedepannya angka tersebut terus meningkat dan diiringi dengan peningkatan kualitas komoditas panen.
“Saya harap keberhasilan panen raya ini juga memotivasi kelompok tani lalin dalam memproduksi padi secara maksimal,” pesan Kustini.
Editor : Bahana.