Bahkan, sebelum memasuki libur Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah mendatang capaian konstruksi proyek ditarget bisa menyentuh 28 persen.
Humas PT. Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, proses pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 sampai saat ini memang masih terus berjalan.
Adapun pelaksana proyek kini tengah melakukan pemasangan box culvert dan bore pile yang menjadi bagian dari konstruksi jalan tol.
Agung mengungkapkan, untuk pemasangan box culvert pihaknya sudah melakukan pada 17 titik dari target 20 titik.
Untuk tiga titik sisanya diakui masih ada kendala administrasi.
Dua titik diantaranya karena berada di lahan yang belum bebas dan satu titik ada pada Makam Kyai Kromo Ijoyo yang merupakan situs cagar budaya.
Menurut Agung, untuk pemasangan box culvert pada dua titik yang status lahannya belum bebas memang masih menunggu keputusan dari pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk menyelesaikan administrasi pembayarannya.
Sementara untuk lahan cagar budaya menunggu persetujuan dari pihak Keraton Yogyakarta.
Kemudian untuk pemasangan bore pile, sambungnya, pelaksana proyek sudah memasang sekitar 40 titik.
Lokasi pondasi tiang jalan tol yang pemasangannya dilakukan dengan mengebor tanah itu diketahui sudah dilakukan di kalurahan Tirtoadi.
“Secara umum, sebelum lebaran untuk konstruksi kami targetkan bisa menyentuh 28 persen,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Kamis (21/3).
Lanjut Agung, sebelum Hari Raya Idul Fitri nanti pihaknya juga berharap pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 bisa mencapai 70 persen.
Sehingga kemudian pelaksana proyek pun bisa segera melakukan clearing atau sterilisasi lahan yang sudah bebas untuk lokasi pengerjaan konstruksi tol.
Agung merinci, kebutuhan bidang tanah untuk proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 sendiri mencapai 889 bidang.
Dari jumlah tersebut ada 25 bidang tanah yang belum bebas di kalurahan Tlogoadi. Serta di kalurahan Tirtoadi sebanyak 6 bidang tanah.
“Jumlah itu diluar tanah kas desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT. Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga menyampaikan, bahwa pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 ditarget bisa selesai akhir tahun 2024 mendatang.
Dalam upaya pembebasan lahan kendala yang dihadapi hanya masalah administrasi.
Di antaranya, karena bidang yang terdampak pembangunan tol merupakan tanah warisan, salah menunjukkan sertifikat, hingga pemilik meninggal dunia.
Selain itu, pihaknya juga menemui masalah berupa pemilik tanah yang asetnya diagungkan di bank.
“Untuk pembebasan tidak ada yang stuck atau semua sudah setuju, kami hanya berharap pembebasan berharap bisa secepatnya agar target sesuai rencana,” terang Aldyan beberapa waktu lalu.
Editor : Bahana.