RADAR JOGJA - Tahap pembangunan proyek tol Jogja-Solo seksi 2 paket 2.2 di wilayah Kabupaten Sleman masih terus berjalan.
Pelaksana proyek tengah berupaya menyelesaikan pemasangan box culvert. Namun, tahap ini terkendala masalah administrasi lahan.
Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, dari total 20 box culvert sampai saat ini ada tiga titik yang belum bisa terpasang. Dua di antaranya karena status lahan yang belum bebas.
Sementara satu titik box culvert berada di kawasan Makam Kyai Kromo Ijoyo atau Situs Mbah Celeng yang belum dilakukan relokasi.
Lantaran masih menunggu persetujuan Keraton Jogja untuk proses pemindahannya. "Jadi untuk pengerjaan kami tinggal menunggu administrasi saja," ujar Agung kemarin (18/3).
Dikatakan, sebelum Hari Raya Idul Fitri nanti juga diharapkan pembebasan lahan bisa mencapai 70 persen. Agar kemudian pelaksana proyek bisa segera melakukan clearing atau sterilisasi lahan yang sudah bebas untuk lokasi pengerjaan konstruksi tol.
Agung merinci, kebutuhan bidang tanah untuk proyek tol Jogja-Solo seksi 2 paket 2.2 mencapai 889 bidang. Dari jumlah ini ada 25 bidang tanah yang belum bebas di Kalurahan Tlogoadi dan di Kalurahan Tirtoadi enam bidang. “Jumlah itu di luar tanah kas desa,” imbuhnya.
Sebelumnya, Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga menyampaikan, pembangunan tol Jogja-Solo paket 2.2 ditarget selesai akhir tahun 2024. Dalam pembebasan lahan, kendala yang dihadapi hanya masalah administrasi.
Di antaranya bidang yang terdampak pembangunan tol merupakan tanah warisan, salah menunjukkan sertifikat, hingga pemilik meninggal dunia. Pihaknya juga menemui masalah berupa pemilik tanah yang asetnya diagungkan di bank.
"Untuk pembebasan tidak ada yang stuck atau semua sudah setuju. Kami hanya berharap pembebasan bisa secepatnya, agar target sesuai rencana,” terang Aldyan. (inu/laz)