Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Update Pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2! Pelaksana Proyek Ungkap Pemasangan Tiga Box Culvert Terkendala Masalah Administrasi Lahan

Elang Kharisma Dewangga • Senin, 18 Maret 2024 | 22:24 WIB
TARGET: Proyek jalan tol Jogja solo terlihat dari udara kawasan Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Kamis (29/2). Proses pembanugnan jalan tol Jogja-Solo terus dikebut.
TARGET: Proyek jalan tol Jogja solo terlihat dari udara kawasan Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Kamis (29/2). Proses pembanugnan jalan tol Jogja-Solo terus dikebut.

SLEMAN - Tahap pembangunan Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 di wilayah Kabupaten Sleman sampai saat ini masih terus berjalan.

Pelaksana proyek diketahui tengah berupaya menyelesaikan pemasangan box culvert.

Namun, tahap tersebut terkendala masalah administrasi lahan.


Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, dari total 20 box culvert sampai saat ini ada 3 titik yang belum bisa terpasang.

Dua di antaranya terkendala karena masih ada lahan yang belum bebas.


Sementara satu titik box culvert pemasangnya berada di kawasan Makam Kyai Kromo Ijoyo atau Situs Mbah Celeng, yang sampai saat ini belum dilakukan relokasi.

Lantaran masih menunggu persetujuan dari pihak Keraton Yogyakarta untuk proses pemindahannya.


“Jadi untuk pengerjaan kami tinggal menunggu administrasi saja,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Senin (18/3).


Lebih lanjut, dia membeberkan, bahwa sebelum Hari Raya Idul Fitri nanti juga diharapkan pembebasan lahan bisa mencapai 70 persen.

Agar kemudian pelaksana proyek bisa segera melakukan clearing atau sterilisasi lahan yang sudah bebas untuk lokasi pengerjaan konstruksi tol.


Agung merinci, kebutuhan bidang tanah untuk proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 sendiri mencapai 889 bidang.

Dari jumlah tersebut ada 25 bidang tanah yang belum bebas di kalurahan Tlogoadi. Serta di kalurahan Tirtoadi sebanyak 6 bidang tanah.


“Jumlah itu diluar tanah kas desa,” imbuhnya.


Sebelumnya, Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga menyampaikan, bahwa pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 ditarget bisa selesai akhir tahun 2024 mendatang.

Dalam upaya pembebasan lahan kendala yang dihadapi hanya masalah administrasi.


Di antaranya, karena bidang yang terdampak pembangunan tol merupakan tanah warisan, salah menunjukkan sertifikat, hingga pemilik meninggal dunia.

Selain itu, pihaknya juga menemui masalah berupa pemilik tanah yang asetnya diagungkan di bank.


“Untuk pembebasan tidak ada yang stuck atau semua sudah setuju, kami hanya berharap pembebasan berharap bisa secepatnya agar target sesuai rencana,” terang Aldyan. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Sleman #tol jogja-solo #box culvert