RADAR JOGJA - Sebuah orasi siang ini terjadi di sepanjang Jalan Godean, Sleman pada Minggu (17/3), menyoroti kerusakan parah yang dialami jalur tersebut.
Video orasi tersebut diunggah oleh akun Instagram @merapi_uncover pada hari yang sama.
Dalam video tersebut, warga menyuarakan pendapat mereka, mengecam kondisi jalan yang rusak.
Mereka menegaskan bahwa meskipun merupakan jalur provinsi, namun tampaknya diabaikan oleh pemerintah setempat.
Jalan Godean, bersama dengan Jalan Bantul, Jalan Wates, Jalan Solo, Jalan Wonosari, dan Jalan Magelang, dianggap sebagai arteri vital bagi perekonomian masyarakat.
Setiap harinya, ratusan ribu orang melintas di jalan-jalan tersebut untuk bekerja, berbisnis, dan sekolah.
Mereka berteriak, "Kemana uang pajak kami?"
Orasi tersebut dilakukan dengan menggunakan mobil pick-up yang dilengkapi dengan sound system, menyusuri sepanjang jalan.
Tak hanya itu, sejumlah warga juga turut berjalan kaki mengikuti mobil tersebut dengan membawa spanduk-spanduk besar.
Salah satu spanduk bahkan bertuliskan, "Nggak malu?? Katanya Istimewa, kok jalannya rusak."
Baca Juga: Bentrok Brutal! Rombongan Motor dari Klaten vs. Warga Nglanggeran, Gunungkidul Berakhir Tragis!
Sejumlah warga juga mengekspresikan ketidakpuasan mereka melalui kolom komentar.
"Lewat Godean dengan sepeda motor, rasanya shockbreaker saya mati semua, seperti akan lepas semua," komentar seorang warga melalui akun @alinesagata.
"Sleman barat memiliki dewan, dari tingkat dua hingga pusat, tetapi kami dipertemukan di sini. Pilihanmu tidak terlihat," tambah komentar dari akun @darojatgodean.
Menanggapi hal tersebut, seorang warga lainnya, @arsip250, mengamati bahwa banyak anggota dewan yang menggunakan Jalan Godean hanya dengan mobil Alpard atau Lexus sehingga tidak merasakan dampak langsung dari kerusakan jalan tersebut.
Masih belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait orasi ini.
Namun, sorotan terhadap kondisi jalan di wilayah tersebut semakin meningkat, menyoroti perlunya tindakan yang lebih konkret untuk memperbaiki infrastruktur vital tersebut.
Editor : Bahana.