SLEMAN - Teramati 13 Kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang diterima redaksi Radar Jogja.
Leporan tersebut untuk periode pengamatan 15 Maret 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di Kabupaten Sleman (DIY), Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten ( Jawa Tengah).
Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup tenang ke arah barat dan timur.
Suhu udara 15-27 °C, kelembaban udara 67-99 %, dan tekanan udara 768-919.1 mmHg.
Volume curah hujan 9 mm per hari.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 30 meter di atas puncak kawah.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin