Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DP3 Sleman Pastikan Tanah di Tempat Penyembelihan Ternak Positif Antraks, Bupati Sleman: Sapi di Sekitar Prambanan Kita Beri Vaksin

Iwan Nurwanto • Kamis, 14 Maret 2024 | 23:33 WIB
SEHAT: Sapi di peternakan sapi wilayah Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (13/3).
SEHAT: Sapi di peternakan sapi wilayah Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (13/3).

SLEMAN - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman memastikan tanah tempat penyembelihan ternak sakit di Padukuhan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan, positif antraks.

Kepala daerah setempat pun mulai melakukan upaya pencegahan penularan penyakit tersebut.


Kepala Bidang Peternakan DP3 Sleman Nanang Danardono mengatakan, pihaknya memang tidak melakukan uji laboratorium terhadap ternak di Padukuhan Kalinongko Kidul.

Sehingga, tidak ada satupun ternak di wilayah tersebut yang terkonfirmasi antraks.


Meskipun demikian, menurut dia, sebelumnya petugas sudah melakukan uji tanah di wilayah tersebut.

Kemudian dari hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates menyatakan, bahwa tanah di lokasi penyembelihan ternak positif antraks.


“Untuk ternak di Kalinongko Kidul tidak ada yang kita ujikan. Pengujian pada sampel tanah di lokasi penyembelihan, hasil uji tanah oleh BBVet Wates terkonfirmasi positif (antraks),” ujar Nanang saat dikonfirmasi, Kamis (14/3).


Sebagaimana diketahui, kasus antraks tersebut mencuat usai ada salah satu warga RT.05 Padukuhan Kalinongko Kidul menyembelih satu ekor sapi pada tanggal 13 Februari 2024.

Hewan ternak yang diketahui milik salah seorang warga bernama Wagiman itu disembelih karena sakit dengan kondisi ambruk.


Kemudian, sapi tersebut disembelih di dalam kandang dan dikuliti di luar kendang oleh warga sekitar. Hasil penyembelihan lalu dibuat menjadi sekitar 30 paket dan dibeli oleh warga setempat.

Meliputi wilayah RT 03, RT 04, dan RT 05. Distribusi daging diketahui juga sampai ke wilayah Kayoman, Gedangsari, Gunungkidul.


Terkait dengan pencegahan antraks di Bumi Sembada, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, pihaknya sudah melakukan pengambilan terhadap daging yang sudah dibagikan kepada 9 KK di wilayah Padukuhan Kalinongko Kidul.

Daging tersebut kemudian dilakukan tindakan pemusnahan dengan cara dibakar.


Lebih lanjut, orang nomor satu di Sleman itu mengaku, bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pencegahan penularan. 

Yakni, dengan melaksanakan kegiatan vaksinasi terhadap ternak di sekitar lokasi penularan. Khususnya di kapanewon Prambanan dan sekitarnya.


“Selain itu kita juga lakukan kerjasama untuk edukasi serta sosialisasi tentang brandu kepada masyarakat,” beber Kustini. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#ternak sakit #DP3 Sleman #antraks