Untuk menjadi seorang juru kunci Merapi Mbah Asih sebelumnya menjadi seorang abdi dalem
Keraton bahkan Mbah Asih juga melakukan ujian sebelum pada ahirnya menjadi guru kunci Merapi.
Menurut Mbah Asih pada erupsi Merapi tahun 2010 Mbah Maridjan sudah di amanahkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX untuk tetap berada di atas tidak turun.
Karena merasa bertanggung jawab pada ahirnya Mbah Maridjan tidak mau turun, tetap berada di rumahnya dan pada saat itu juga Mbah Maridjan meninggal.
Menurut Mbah Asih erupsi Merapi pada tahun 2010 merupakan salah satu peringatan dari Tuhan kepada manusia supaya manusia tidak merusak alam dan selalu dekat dengan Tuhan sang pencipta.
Mbah Asih selaku guru kunci Merapi tidak mengunakan alat profesional untuk mengetahui bahwa Gunung Merapi meletus, namun Mbah Asih mengetahui melalui apa saja tanda – tanda yang biasanya terjadi saat Gunung Merapi akan meletus. Contohnya seperti terjadi gempa, suara gemuruh ataupun perubahan suhu yang tiba – tiba naik.
Menurut cerita turun – temurun dari buku Jangka Jayabaya, Mbah Asih mengatakan bahwa konon katanya Pulau Jawa akan terbelah, karena dalam buku terebut menurut cerita turun – temurun terdapat beberapa poin yang saat ini sudah terjadi namun Mbah Asih berharap itu tidak akan terjadi.
Mbah Asih memberikan pesan supaya generasi muda masa kini supaya bisa menjaga ucapan dan perlakuan yang baik serta selalu melestarikan budaya yang baik.
Selain itu Mbah Asih memperingati supaya manusia juga tidak merusak lingkungan.
Sumber : Chanel Youtube Kisah Tanah Jawa