Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Dekat Dengan Perintis Desa Wisata Katris Bambang Suryo Suseno: Misinya Majukan Desa Melalui Pelestarian Permainan Tradisional

Iwan Nurwanto • Rabu, 6 Maret 2024 | 02:11 WIB
BERKEMBANG: Ketua Desa Wisata Katris Bambang Suryo Suseno.
BERKEMBANG: Ketua Desa Wisata Katris Bambang Suryo Suseno.

BAMBANG SURYO SUSENO memiliki keinginan besar untuk memajukan desa. Upayanya dilakukan dengan mengembangkan Desa Wisata Katris.

Salah satu desa di Kabupaten Sleman itu tengah digenjot menjadi pusat edukasi permainan tradisional di Yogyakarta.


IWAN NURWANTO, Sleman


Suasana Desa Wisata Katris begitu nyaman dan asri. Banyak pepohonan hijau yang menjulang tinggi dan bisa dijadikan peneduh ketika cuaca panas terik.

Desa tersebut berada di Padukuhan Karang, Trimulyo, Sleman, yang merupakan akronim dari Katris.


Dibalik berkembangnya desa wisata tersebut ada Bambang Suryo Suseno.

Dia merupakan ketua sekaligus perintis dari Desa Wisata Katris yang memiliki komitmen untuk melestarikan budaya. Khususnya, permainan tradisional.


Dia menceritakan, Desa Wisata Katris mulai dikembangkan sejak tahun 2022 lalu.

Awalnya, dia bersama sebagian masyarakat melihat adanya potensi budaya dan keindahan alam di desanya.


Bambang mengaku, memang melirik potensi permainan tradisional sebagai salah satu wahana wisata desa.

Alasannya, karena ingin melestarikan budaya sekaligus menjauhkan anak-anak dari ketergantungan akan gadget.


Adapun di Desa Wisata Katris, wisatawan dapat memainkan berbagai permainan jadul. Seperti egrang, gobak sodor, hingga engklek atau ingkling.

Di samping itu, wisatawan pun bisa mengetahui tentang budaya pertanian tradisional.

Sebab, di desa tersebut ada peninggalan berupa gejog lesung dan lumpang yang terbuat dari batu.


“Kami ingin agar anak-anak tidak ketergantungan pada gadget, sehingga kegiatan yang kami lakukan disini lebih banyak pada memainkan permainan tradisional,” ujar Bambang kepada Radar Jogja, Selasa (5/3).


Namun meski yang ditonjolkan permainan tradisional, Bambang menerangkan, Desa Wisata Katris juga memiliki potensi wisata lain berupa bazar UMKM yang digelar setiap hari Minggu pagi.

Karena itu, nama kegiatannya pun dikemas dengan nama Sunmor atau Sunday Morning.


Disamping itu, Desa Wisata Katris juga memiliki potensi keindahan alam. Sehingga pengelola wisata juga menyediakan paket-paket wisata alam seperti mandi di sungai, menaiki kuda, hingga menjelajah alam pedesaan.


Seiring berjalannya waktu, Desa Wisata Katris juga rutin menggelar berbagai event.

Tidak hanya event berskala lokal, namun juga event bertaraf nasional.


Menurut Bambang, sampai saat ini kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Katris juga bermacam-macam. Tidak terbatas hanya wisatawan dari Kabupaten Sleman saja.

Namun pernah ada wisatawan dari luar wilayah seperti Klaten hingga Magelang, Jawa Tengah yang berkunjung ke desa wisata tersebut.


“Untuk kegiatan pariwisatanya kami kemas dalam bentuk paket-paket wisata. Sementara untuk pengunjungnya lebih banyak kategori keluarga dan anak-anak sekolah,” terangnya.

Editor : Amin Surachmad
#permainan tradisional #desa wisata