Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebagian Lahan Belum Bebas, Pemasangan Bore Pile Konstruksi Tol Jogja-Solo Paket 2.2 Terkendala

Elang Kharisma Dewangga • Jumat, 1 Maret 2024 | 07:36 WIB
CEPAT: Salah satu bagian proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2.
CEPAT: Salah satu bagian proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2.

SLEMAN - Pelaksana proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 kini masih terus mengebut tahap pengerjaan.

Hanya saja, diakui masih ada kendala berupa belum bebasnya lahan. Sehingga berdampak pada proses pemasangan bore pile atau pondasi penahan jalan tol.


Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, untuk saat ini pihaknya tengah mengebut pemasangan bore pile dan box culvert.

Adapun untuk pemasangan box culvert atau terowongan yang difungsikan sebagai saluran air dan jalan tinggal menyelesaikan empat titik, dari total 20 titik.


Sementara untuk pemasangan bore pile, sambungnya, pelaksana proyek dipastikan akan mengerahkan alat berat.

Lantaran dalam proses pemasangan pondasi jalan tol itu harus mengebor tanah terlebih dahulu.


Menurut Agung, secara teknis pihaknya sama sekali tidak mengalami kendala karena pelaksana proyek sudah mempersiapkan segala hal.

Kendala yang dihadapi hanya dalam hal administratif. Yakni masih ada sebagian lahan yang belum bebas.


Dengan masih adanya lahan yang belum, lanjut Agung, tentunya cukup menyulitkan pengerjaan proyek.

Lantaran kontraktor tidak memiliki hak untuk melakukan pekerjaan pada bidang yang belum bebas status tanahnya.


“Untuk kendala dalam hanya ada tanah yang belum dibebaskan, kebetulan pas pada titik pemasangan bore pile yang belum bebas. Sehingga kita geser atau mengerjakan pada bidang yang bebas terlebih dahulu,” ujar Agung, Kamis (29/2).


Lebih lanjut, Agung mengungkapkan, kalau progres pembangunan secara keseluruhan proyek Tol Jogja-Solo Paket 2.2 sudah mencapai 27 persen.

Sementara untuk lahan yang sudah bebas telah menyentuh angka 70 persen.

Di mana, dari total 398.978 meter persegi lahan yang dibutuhkan, sudah ada sekitar 275.622 meter persegi telah dibebaskan.


Dia juga menjelaskan, kalau pengerjaan bore pile maupun box culvert yang dikerjakan berada di dua desa. Yakni, Kalurahan Tlogoadi dan Kalurahan Tirtoadi yang letaknya di Kapanewon Mlati.

Ia memastikan kalau pelaksana proyek berupaya agar tahap pekerjaan bisa selesai sesuai target hingga akhir 2024 nanti.


“Jika lahan sudah bebas semua maka kami bisa menyambungkan konstruksi tol yang berada di Tlogoadi dan Tirtoadi,” terangnya.


Sebelumnya, Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga menyampaikan, pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 ditarget bisa selesai akhir tahun 2024 mendatang. Dl

Dalam upaya pembebasan lahan kendala yang dihadapi hanya masalah administrasi.


Di antaranya karena bidang yang terdampak pembangunan tol merupakan tanah warisan, salah menunjukkan sertifikat, hingga pemilik meninggal dunia.

Selain itu, pihaknya juga menemui masalah berupa pemilik tanah yang asetnya diagungkan di bank.


“Untuk pembebasan tidak ada yang stuck atau semua sudah setuju, kami hanya berharap pembebasan berharap bisa secepatnya agar target sesuai rencana,” terang Aldyan. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#tol jogja-solo #bore pile #box culvert