SLEMAN - Teramati 9 kali guguran lava Gunung Merapi ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Baca Juga: Pemprov Jateng Masih Miliki 320 Ton Beras Cadangan Pangan, Masyarakat Tak Perlu Panic Buying
Periode pengamatan Rabu 28 Februari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 mdpl terletak di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten (Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah).
Cuaca di Gunung Merapi tercatat cerah, mendung, dan berawan.
Baca Juga: Empat Pasangan Nikah Bareng di Atas Motor Trail, Maharnya Uang Rp 29 Ribu Hingga Beras 10 Kg
Angin bertiup tenang ke arah barat,timur.
Suhu udara 15-23.5 °C, kelembaban udara 53-99.2 %, dan tekanan udara 835.9-918.5 mmHg.
Volume curah hujan 3 mm per hari.
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas, dan kabut 0-III.
Baca Juga: Dua Tim Liga 3 DIY Dipastikan Lolos ke Seri Nasional: Persiba Bantul dan HW UMY
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
Baca Juga: Mengenal Kue Kicak, Kuliner Unik Jogja yang Hanya Ada Saat Bulan Ramadan Saja
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin