Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bencana Hidrometeorologi Masih Mengancam Jogjakarta, Longsor hingga Pohon Tumbang Terjadi di Beberapa Lokasi

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 26 Februari 2024 | 15:35 WIB

 

WASPADA: Petugas BPBD Sleman dan relawan melakukan evakuasi pohon tumbang dampak angin kencang kemarin (25/2).PUSDALOPS BPBD SLEMAN
WASPADA: Petugas BPBD Sleman dan relawan melakukan evakuasi pohon tumbang dampak angin kencang kemarin (25/2).PUSDALOPS BPBD SLEMAN

 

RADAR JOGJA - Bencana hidrometerologi belum beranjak dari wilayah DIJ. Setelah Sabtu (24/2) tercatat ada 33 titik terdampak bencana di Kabupaten Sleman, kemarin (25/2) kembali terjadi di sembilan titik, meliputi tanah longsor hingga pohon tumbang.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan, dari pendataan pihaknya hingga pukul 15.52 ada tiga kapanewon yang mengalami bencana. Wilayah terbanyak di Kapanewon Ngemplak dengan tujuh titik terdampak.


Meliputi pohon tumbang yang menutup akses jalan di Padukuhan Kayen, Wedomartani. Lalu atap rumah ambrol dan pohon tumbang menimpa rumah di Padukuhan Blotan, Wedomartani. Serta tanah longsor di Padukuhan Jetis, Wedomartani yang menimpa mobil dan merusak bangunan joglo. 


Selain itu, di wilayah tersebut juga terjadi pohon tumbang yang menimpa atap dapur di Padukuhan Terung. Lalu, atap galvalum yang rusak dan genting yang rontok akibat diterjang angin kencang di Padukuhan Blotan, Wedomartani. 


Makwan melanjutkan, dampak hujan disertai angin kencang juga terasa di Kapanewon Depok. Tepatnya di Padukuhan Dero, Condongcatur, terjadi tanah longsor yang menimpa bangunan SDN Karangasem dan menutup akses jalan warga.


"Selain itu  di Kapanewon Godean juga ada kejadian baliho papan nama miring dan bersandar ke jaringan telepon," ujar Makwan kemarin (25/2).


Dia menyatakan, sampai saat ini masih ada beberapa titik yang belum terkondisi oleh petugas maupun relawan. Pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.


Sebelumnya, Makwan menyebut hampir seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman memiliki potensi terdampak bencana hidrometeorologi. Berupa pohon tumbang hingga atap rumah yang berterbangan akibat angin kencang atau puting beliung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menambahkan, pihaknya belum dapat menyampaikan secara rinci dampak akibat bencana hidrometeorologi dua hari terakhir. Pihaknya masih melakukan pendataan.


Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD DIJ Lilik Andi Aryanto mengatakan, selain Kabupaten Sleman, dampak bencana hidrometeorologi juga dirasakan di Kota Jogja, Bantul dan Gunungkidul. 


Lilik menjelaskan, data terakhir setidaknya ada 31 titik yang terdampak hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (24/2). Sedangkan data per Minggu (25/2) kemarin pihaknya belum menginventarisasi karena masih proses pendataan. 


Di antara wilayah yang terdampak, di Kota Jogja ada dua titik yakni di Kotagede dan Gondokusuman berupa satu pohon tumbang, penerangan jalan, jaringan telekomunikasi dan rumah rusak ringan. "Di Gunungkidul 16 titik kejadian berupa pohon tumbang 11 kejadian, jaringan listrik satu kejadian dan rumah rusak ringan delapan kejadian," katanya.


Kemudian di Kabupaten Bantul terdapat dua titik yang terdampak, semuanya merupakan pohon tumbang. Sementara di Kulon Progo ada satu wilayah terdampak yakni di Pengasih berupa pohon tumbang dan rumah rusak masing-masing satu kejadian. (inu/wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#bencana hidrometeorologi #Kabupaten Sleman #BPBD Sleman #Dampak Angin Kencang #Pohon Tumbang