Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rektor AMIKOM Jogja Prof. Suyanto Beri Tips Menghasilkan Cuan Ekonomi Kreatif di Desa, Caranya Begini..

Gunawan RaJa • Senin, 26 Februari 2024 | 00:07 WIB
UNTUK DESA - Seminar nasional dengan tema
UNTUK DESA - Seminar nasional dengan tema

JOGJA - Peluang kerja baru bagi penduduk desa akan tumbuh dengan menjadikan ekonomi kreatif sebagai basis dalam membangun desa. Rektor AMIKOM Jogja, Suyanto menyebutnya sebagai creative village atau desa kreatif.

"Ide ini pernah kami sampaikan ke tim paslon (pasangan calon) Capres Cawapres (2024) dan yang respek sekali dengan ide kita adalah pak Hasyim (Founder Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo)," kata Suyanto saat dihubungi Minggu (25/2/2024).

Dia menjelaskan konsep dari ide ini adalah creative village. Itu karena how people make money from idea atau bagaimana orang menghasilkan uang dari ide.

"Jadi, golek duit itu nganggo ide (cari duit itu menggunakan ide. Intinya ekonomi kreatif itu, dan modalnya tidak banyak," ujarnya.

Kreative village kuncinya creativ capital. Terdiri dari tiga T yakni, talent, technology and tolerance. Potensi yang dimiliki desa, saat dipadu dengan ekonomi kreatif akan memberikan multiplier effect yang bisa mendorong semakin cepatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kita punya namanya aplikasi ITani (digital farmery platform). ITani membuat petani tidak pusing masalah pupuk, masalah benih dan uang karena sudah ada di dalam sistem kita itu, termasuk (intervensi) harga (hasil produksi)," ujarnya.

Untuk anak-anak di desa bisa diajari kreatif ekonomi yang lain supaya mampu menghasilkan. Diajari, didampingi kemudian dapat memanfaatkan marketplace dan semacamnya dengan baik dan bisa menghasilkan cuan.

Baca Juga: Sultan HB X Dorong KONI DIY Agar Atlet Bisa Meraih Prestasi Setinggi-tingginya

"Dan itu bisa membangkitkan usaha yang ada di desa masing-masing," jelasnya.

Belum lagi ketika ada program makan gratis untuk anak sekolah di desa. Dari situ nanti muncul ratusan peluang bisnis. Produk-produk di desa nanti harapannya bisa dijual keluar.

"Kalau sudah seperti itu bisa wonderful village, multiplayer effectnya luar biasa. PAD desa bisa meningkat dan program Indonesia Emas 2025 bisa tercapai.

Akan menjadi negara besar sangat kuat yang dibangun dari desa," ungkapnya.

Sejauh ini sudah ada desa binaan AMIKOM Jogja.  Telah memanfaatkan produk inovasi seperti Iholiday untuk tourism, dan Hepicar (aplikasi layanan bengkel dan perawatan mobil).

“Kontribusi nyata terhadap masyarakat luas jugalah yang membuat World’s Universities with Real Impact (WURI) memilih Universitas Amikom Jogja sebagai Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia untuk bidang Industrial Application atau peringkat 21 Dunia  dalam daftar Top 50 Industrial Application”, bebernya. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#komputer #amikom #Kabupaten Sleman #Jogja