Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Teramati Gunung Merapi Lontarkan 18 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng) dengan Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 25 Februari 2024 | 13:11 WIB
Guguran lava Gunung Merapi (dokumentasi BPBD Sleman)
Guguran lava Gunung Merapi (dokumentasi BPBD Sleman)

SLEMAN - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi di Sleman masih tinggi aktivitasnya. 

Teramati 18 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Demikian Volcanic Activity Report BPPTKG periode pengamatan Sabtu 24 Februari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Berada di perbatasan Kabupaten Sleman (DIY), Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten (Jawa Tengah). 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup tenang ke arah barat,timur. 

Suhu udara 15-27 °C, kelembaban udara 51-99 %, dan tekanan udara 768.6-918.8 mmHg. 

Volume curah hujan 63 mm per hari. 

Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 40 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran, low frekuensi, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan kegempaan tektonik jauh. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga) 

Rekomendasi dari BPPTKG:

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar