JOGJA - Isu bullying menjadi masalah penting bagi satuan pendidikan, karena termasuk salah satu dari bibit kejahatan. Mengantisipasi sebuah perundungan, guru SMAN 1 Depok Sleman mengingatkan perlunya komitmen bersama baik anak, maupun orang tua.
Wakil Kepala SMAN 1 Depok Sleman Eko Yulianto mengatakan, akhir-akhir ini kembali mencuat isu bullying di kalangan pelajar. Jika tidak diantisipasi sejak dini dampaknya bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Manajemen sekolah konsisten mencegah fenomena bullying di kalangan pelajar," kata Eko Yulianto Rabu (22/2/2024).
Pihaknya bersyukur, sejauh ini sekolah dapat mengakomodasi dan mendampingi pengembangan diri anak-anak dalam proses pembelajaran dengan berbagai pendekatan yang dihadirkan.
"Ada enam hal yang perlu diperhatikan untuk meminimalisir bullying," ujarnya.
Pertamq, peningkatan kesadaran siswa akan pentingnya belajar dan mengikuti seluruh proses pendidikan secara bermakna bukan sebagai rutinitas belaka.
"Kedua meningkatkan rasa kepedulian siswa terhadap sesama dengan pendekatan hati," jelasnya.
Menurut dia, hal tersebut dapat diawali dengan kegiatan bakti sosial (baksos). Mulai dari donor darah, kolaborasi mengerjakan tugas project P5, dan yang lain
"Kami juga berupaya memfasilitasi dan mendesain kegiatan positif siswa, sehingga energinya tersalurkan secara positif pula. Antara lain dengan kegiatan ekstrakurikuler, OSIS, kewirausahaan," ucapnya.
Pihak sekolah juga nembantu siswa dalam mewujudkan kesiapan belajar (readiness to learn) seperti manajamen waktu, dan belajar efektif.
"Kemudian antisipasi perundungan dapat dilakukan dengan penegakan tata tertib siswa," ungkapnya.
Kata Eko, aturan sekolah sekaligus sebagai upaya pembelajaran bagi peserta didik untuk mematuhi norma, etika, kedisiplinan, nasionalisme, demi kebaikan bersama dan terwujudnya tujuan pendidikan.
"Dibagian lain, orang tua memiliki peran utama dalam proses pendidikan putra-putrinya," ungkapnya.
Secara prinsip sekolah adalah sebagai pihak yang membantu dan diberi amanah orang tua dalam mendidik buah hati. Disamping merupakan representasi kehadiran negara dalam memajukan kehidupan bangsa. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin