RADAR JOGJA - Upaya untuk mengendalikan harga komoditas beras yang terus meroket dilakukan oleh Pemkab Sleman dengan menggelar operasi pasar. Kegiatan bertajuk Sembako Murah Menyenangkan Seluruh Masyarakat (Semar Mesem) Berase Murah itu diawali di Lapangan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Rabu (21/2).
Pantauan Radar Jogja di lokasi, antusiasme masyarakat untuk membeli bahan pokok dengan harga lebih murah cukup tinggi. Ratusan orang antre sambil menunggu panggilan nomor antrean. Lantaran jumlah kursi yang kurang memadai, ada sebagian masyarakat yang terpaksa harus duduk di tanah sekitar tenda tempat kegiatan tersebut dilaksanakan.
Walaupun demikian, operasi pasar murah itu tetap disambut baik oleh masyarakat. Salah satunya Hendarwati, warga Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman ini mengaku cukup senang bisa membeli beras dengan harga murah. Lantaran untuk sekarang harga beras tergolong cukup tinggi.
Hendrawati menyatakan, dalam operasi pasar murah tersebut dia bisa mendapatkan harga beras dengan harga rata-rata Rp. 14.000 per kilogram. Angka itu lebih rendah jika dibandingkan harga beras di pasaran saat ini yang sudah menyentuh Rp. 17.000.
Selain beras, wanita 50 tahunan ini juga membeli berbagai komoditas lain seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur. Komoditas bahan pokok itu menurutnya juga dibeli dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran saat ini.
“Alhamdulillah kami tertolong. Di sini rata-rata harganya di bawah Rp 14 ribu. Gula di sini cuma Rp 14 ribu,” ujar Hendarwati.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih membeberkan, pihaknya akan menggelar operasi pasar Semar Mesem Berase Murah di empat lokasi. Diawali di Lapangan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati ini.
Kemudian untuk Kamis (22/2) akan dilaksanakan di Lapangan TGP, Margoluwih, Seyegan dan akan dimulai kembali pekan berikutnya pada Senin (26/2) di Lapangan Donokerto, Turi. Serta diakhiri di Lapangan Raden Ronggo, Kalasan, Selasa (27/2).
Adapun untuk komoditas beras pada tiap lokasi operasi pasar murah, Disperindag Sleman menyiapkan beras jenis premium 5 ton, beras medium 1 ton, dan beras SPHP sebanyak 3 ton. Kemudian untuk telur sebanyak 1 ton dan gula 2 ton.
“Untuk pembeliannya juga kami batasi. Yakni beras non SPHP maksimal 10 kilogram, beras SPHP 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan telur ayam maksimal 2 kilogram serta wajib memiliki KTP Sleman,” terang Mae.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo membeberkan, sejak pertengahan 2023 lalu terjadi cuaca ekstrem dampak dari El Nino. Kondisi tersebut menyebabkan musim kemarau dan bencana kekeringan yang cukup panjang.
Menurut dia, kondisi itu juga menyebabkan gagal panen pada beberapa komoditas pangan di Sleman. Bahkan untuk komoditas beras saja mengalami penurunan 1,5 persen atau sekitar 3.890 ton. Tentunya hal ini berimplikasi pada peningkatan inflasi dan kenaikan harga pokok. “Merespons fenomena ini, TPID Sleman akan melakukan stabilisasi harga melalui penyelenggaraan pasar murah,’’ terang Kustini. (inu/din)
Editor : Satria Pradika