SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi kondisi cuaca dari tanggal 13 hingga 15 Februari 2024 mendatang.
Khusus di hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024, ada kemungkinan cuaca hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini.
Pihaknya mengidentifikasi adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara.
Selain itu, juga terpantau adanya pola pertemuan angin di sepanjang Pulau Jawa dan belokan angin di barat daya Pulau Jawa.
Kemudian dari hasil analisis profil vertikal kelembaban udara di wilayah DIY tercatat pada ketinggian 1.5 – 3.0 km (level 850 - 700 mb) berkisar antara 70 – 95 persen atau masuk kategori basah.
“Kondisi tersebut meningkatkan peluang hujan sedang-lebat di beberapa wilayah DIY bagian utara. Terlebih saat siang–sore hari,” ujar Warjono dalam keterangannya, Selasa (13/2).
Dia membeberkan, untuk hari ini (13/2) ada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di Sleman bagian utara.
Kondisi yang sama juga terjadi di Kulonprogo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara.
Kemudian pada tanggal 14 Februari 2024 atau bertepatan dengan hari pencoblosan Pemilu 2024. BMKG Yogyakarta memprediksi ada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Khususnya pada wilayah Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara.
Sementara untuk esok harinya (15/2), ada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir. Serta angin kencang di wilayah Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara.
Warjono pun meminta agar masyarakat waspada dengan potensi bencana pohon tumbang. Terlebih ketika ada hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Serta, juga waspada terhadap bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor. Apabila kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang namun dengan durasi panjang.
“Kami minta masyarakat memperbarui informasi terbaru lewat media massa atau media sosial serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan,” pesan Warjono.
Sebelumnya, Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi agar logistik pemilu tidak rusak. Terlebih dengan situasi musim penghujan seperti sekarang.
Karena itu, untuk pengiriman logistik KPU Sleman akan menggunakan armada truk dengan box tertutup agar surat suara maupun logistik lainnya tidak basah terkena air.
“Jika ada sesuatu yang tidak diharapkan, semuanya sudah siap,” ucap Baehaqi. (inu)