SLEMAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman mulai melakukan distribusi logistik Pemilu 2024 pada Minggu (11/2) pagi.
Penyelenggara pemilu itu menyasar lima kapanewon pada hari pertama.
Sekretaris KPU Sleman Yuyud Futrama mengatakan, pengiriman logistik berupa 17.285 kotak suara itu ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari.
Agar kemudian, satu hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara segala kebutuhan di TPS bisa tercukupi.
Menurut dia, dalam pendistribusian logistik Pemilu 2024 itu pihaknya juga bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia.
Sehingga harapannya, proses pendistribusian tersebut dapat berjalan lancar serta tepat waktu.
“Pada distribusi logistik hari pertama ini, KPU kabupaten Sleman menjadwalkan pengiriman ke wilayah Kapanewon Depok, Minggir, Ngaglik, Ngemplak dan Turi,” ujar Yuyud dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/2).
Sebelumnya, Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi menyampaikan, pihaknya memprioritaskan terlebih dahulu wilayah dengan pemilih terbanyak dan memiliki lokasi terjauh.
Sebagaimana diketahui, jumlah TPS di kabupaten Sleman mencapai 3.457 titik.
Jumlah itu tersebar di 17 kapanewon serta sudah termasuk TPS lokasi khusus yang jumlahnya mencapai 45 titik.
Menurutnya, wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak ada di kapanewon Depok. Sementara untuk wilayah terjauh berada di Cangkringan.
Namun dari hasil koordinasi dengan pemangku wilayah, kapanewon Cangkringan meminta agar pengiriman logistik dimulai pada tanggal 12 Februari 2024.
Sehingga kapanewon Ngemplak menjadi lokasi terjauh pada hari pertama.
Dia melanjutkan, kalau KPU Sleman juga sudah menyiapkan langkah antisipasi agar logistik pemilu tidak rusak.
Terlebih dengan situasi musim penghujan seperti sekarang.
Karena itu, untuk pengiriman logistik KPU Sleman akan menggunakan armada truk dengan box tertutup agar surat suara maupun logistik lainnya tidak basah terkena air.
“Jika ada sesuatu yang tidak diharapkan, semuanya sudah siap,” ucap Baehaqi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar meminta, agar penyelenggara pemilu lebih berhati-hati dalam pendistribusian logistik.
Sebab, pihaknya menerima laporan ada logistik berupa kotak dan surat suara yang jatuh saat proses pengiriman dari gudang KPU Jombor menuju gudang KPU di Sleman.
Kejadian tersebut pada tanggal 30 Januari 2024 lalu.
Namun baru dilaporkan oleh masyarakat kepada Bawaslu Sleman pada tanggal 6 Februari 2024. Adapun untuk lokasi jatuhnya berada di wilayah Jalan Kronggahan.
Belajar dari kasus itu, Arjuna meminta, agar KPU Sleman lebih berhati-hati dalam proses distribusi.
Sekaligus cermat dalam pendataan kebutuhan logistik yang dikeluarkan dari gudang. Termasuk juga menjamin proses pengamanannya.
“Pengamanan ini bukan hanya dikawal oleh polisi, tapi bagaimana mengawal kotak suara sampai di TPS dengan aman," pesan Arjuna.