SLEMAN - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman optimistis ada peningkatan keterisian hotel selama libur panjang atau long weekend kali ini.
Adapun libur panjang sendiri dimulai sejak Kamis (8/2) hingga Minggu (11/2) karena adanya peringatan Isra Miraj dan Hari Raya Imlek 2024.
Ketu PHRI Sleman Andhu Pakerti mengatakan, pihaknya optimis okupansi hotel maupun akomodasi wisata selama libur panjang bisa menyentuh angka 70 persen.
Menurut dia, musim libur seperti sekarang kemungkinan besar sektor perhotelan akan dipenuhi oleh wisatawan keluarga.
Andhu melanjutkan, jika okupansi hotel meningkat, hal tersebut tentunya diharapkan juga dapat membuat sektor lain mendapatkan dampak positifnya.
Seperti destinasi-destinasi wisata dan jujugan kuliner menjadi ramai selama masa libur panjang ini.
Disamping itu, dia pun ingin, selama berjalannya tahun politik seperti sekarang juga dapat berlangsung kondusif.
Agar kemudian tidak berdampak pada menurunnya minat wisatawan untuk datang ke Jogjakarta.
“Harapan untuk hotel dan akomodasi lainnya, liburan keluarga ini meningkatkan keterisian hunian di 70 persen. Selain itu targetnya juga lebih kondusif saja, mengingat ada kegiatan pemilu,” ujar Andhu saat dihubungi, Kamis (8/2).
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid menyampaikan, secara khusus pihaknya tidak menentukan target khusus selama masa long weekend.
Walaupun demikian, dia tetap berharap momen libur panjang ini dapat berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Sleman.
Ishadi menyebut, pihaknya hanya target kunjungan wisatawan selama kurun waktu setahun.
Adapun untuk tahun 2024 ini Dinas Pariwisata Sleman mematok target sebanyak 7,5 juta wisatawan dengan pendapatan asli daerah (PAD) khusus retribusi wisata sebesar Rp. 4,5 miliar.
Dia mengaku, optimis dapat meraih target tersebut. Lantaran di tahun 2023 dari target sebanyak 7 juta wisatawan dapat terlampaui atau tercapai kunjungan sebanyak 8 juta wisatawan.
Pada tahun ini pun juga sudah disiapkan sebanyak 120 kegiatan yang masuk dalam Calendar of Event Dinas Pariwisata Sleman.
Dari jumlah tersebut 10 event di antaranya merupakan kegiatan berskala internasional. Lalu 12 event berskala nasional. Serta kegiatan berskala lokal berjumlah sebanyak 99 event.
Dari ratusan event itu ada beberapa menjadi highlight atau andalan.
“Yakni upacara adat Labuhan Merapi pada bulan Februari, Sleman Temple Run di November, dan Barata XXXIX di bulan Desember,” ungkap Ishadi. (inu)