SLEMAN - Teramati 6 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
Suara guguran 1 kali dengan intensitas kecil terdengar dari Pos Babadan.
Demikian Volcanic Activity Report Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Laporan tersebut untuk periode pengamatan Senin 5 Februari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.
Suhu udara 18.3-27 °C, kelembaban udara 63-99 %, dan tekanan udara 874.5-919.8 mmHg.
Volume curah hujan 30 mm per hari.
Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III, dan kabut 0-II.
Asap kawah tidak teramati.
Terjadi kegempaan Guguran, dan kegempaan Hybrid/Fase Banyak.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level III (Siaga).
Rekomendasi yang dikeluarkan BPPTKG sebagai berikut:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Baca Juga: Respon Butet usai Jokowi Perintahkan Cabut Laporan ke Polda DIY: Relawan Stop Cari Muka!
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin