Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dimulai 11 Februari, KPU Sleman Prioritaskan Distribusi Logistik ke Wilayah Terjauh dan Pemilih Terbanyak

Iwan Nurwanto • Minggu, 4 Februari 2024 | 21:05 WIB
Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi.
Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi.

SLEMAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman dipastikan mulai mendistribusikan logistik pemilu pada tanggal 11 sampai 13 Februari 2024.

Penyelenggara pemilu itupun mulai melakukan pemetaan dalam proses penyaluran ke tiap-tiap tempat pemungutan suara (TPS).


Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi mengatakan, distribusi logistik pemilu akan diawali tiga hari sebelum pelaksanaan (H-3) pemilu pada tanggal 14 Februari mendatang.

Dalam pengiriman itu, pihaknya akan memprioritaskan terlebih dahulu wilayah dengan pemilih terbanyak dan memiliki lokasi terjauh.


Sebagaimana diketahui, jumlah TPS di kabupaten Sleman mencapai 3.457 titik.

Jumlah itu tersebar di 17 kapanewon serta sudah termasuk TPS lokasi khusus yang jumlahnya mencapai 45 titik.


Menurutnya, wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak ada di Kapanewon Depok. Sementara untuk wilayah terjauh berada di Cangkringan.

Namun, dari hasil koordinasi dengan pemangku wilayah, Kapanewon Cangkringan meminta agar pengiriman logistik dimulai pada tanggal 12 Februari 2024.


“Sehingga pada tanggal 11 Februari 2024 untuk yang terjauh kami kirim ke Kapanewon Ngemplak,” ujar Baehaqi, Minggu (4/2).


Dia melanjutkan, pihaknya juga sudah menyiapkan langkah antisipasi agar logistik pemilu tidak mengalami kerusakan.

Terlebih, dengan situasi musim penghujan seperti sekarang dan melihat aktifitas Gunung Merapi.


Karena itu, untuk pengiriman logistik KPU Sleman akan menggunakan armada truk dengan boks tertutup agar surat suara maupun logistik lainnya tidak basah terkena air.

Sementara untuk mengantisipasi kondisi Gunung Merapi, pihaknya sudah menyiapkan mitigasi dengan menyiapkan lokasi TPS yang lebih aman.


“Jika ada sesuatu yang tidak diharapkan, semuanya sudah siap,” ucap Baehaqi.


Sebelumnya, Koordinator Divisi SDM Organisasi dan Diklat Bawaslu Sleman Ahmad Sidiq Wiratama menyebut, ada beberapa kapanewon yang masuk kategori rawan bencana Gunung Merapi.

Di antaranya, Turi, Pakem, Tempel, dan Cangkringan.


Sementara untuk kapanewon yang cukup rawan dalam hal distribusi ada di Kapanewon Prambanan. Lantaran memiliki medan yang sulit dilalui kendaraan ketika musim hujan.


Ahmad meminta, dengan potensi tersebut pihaknya memberikan rekomendasi kepada KPU Sleman untuk mulai melakukan antisipasi.

Yakni, dengan menyiapkan relokasi TPS ke tempat-tempat yang lebih aman dan menyesuaikan kendaraan untuk distribusi.


“Kami meminta agar KPU menyesuaikan armada untuk mengirim logistik dan menyiapkan relokasi TPS seperti di barak pengungsian ketika ada erupsi Merapi,” ungkapnya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#KPU Sleman #TPS #logistik pemilu