Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cara Dokter Gadungan Palsukan Ijazah, Bermodalkan Google Saat Menangani Pemain Cedera, Ini Pekerjaan Aslinya...

Khairul Ma'arif • Rabu, 31 Januari 2024 | 02:56 WIB
Aparat Satreskrim Polresta Sleman membekuk dokter gadungan yang pernah bekerja di klub PSS Sleman.
Aparat Satreskrim Polresta Sleman membekuk dokter gadungan yang pernah bekerja di klub PSS Sleman.

SLEMAN - Setelah hampir dua tahun lebih menjadi buronan karena menjadi dokter gadungan.

Akhirnya Elwizan Aminudin dibekuk aparat Satreskrim Polresta Sleman pada Rabu (24/1/2024) di Cibodas, Kota Tangerang.

Proses penangkapan berlangsung lama karena pelaku berpindah-pindah lokasi tinggalnya.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menyampaikan, modus tersangka melakukan pemalsuan terhadap ijazah dokternya.

Pemalsuan dilakukan dengan cara sederhana.

"Jadi simpel ngambil salah satu contoh ijazah di google dia download lantas diedit. Dimasukan dan diubah nama dan dimasukan fotonya," tuturnya, Selasa (30/1/2024).

Dari pendalaman yang dilakukan, pelaku memiliki sejumlah pekerjaan yang tidak ada kaitannya dengan kedokteran.

"Sebelum dia bekerja sebagai dokter gadungan di beberapa tim sepak bola itu dia bekerja sebagai kondektur bus kota di daerah Tangerang dia juga sambil usaha jual kelontong," imbuhnya.

Menurutnya, dalam menangani pemain sepakbola yang cedera saat bekerja menjadi dokter gadungan, Elwizan bermodalkan alat pencarian Google.

Karena memang, tidak memiliki pendidikan dan pengalaman sebagai dokter sehingga bermodalkan mesin pencarian di gawai melalui Google untuk pengobatan yang dilakukannya.

Bahkan, pelaku pernah menjadi dokter Timnas Indonesia dengan latar belakang yang tidak mumpuni.

"Timnya, Persita Tangerang, Barito Putra, Timnas U19, Bali United, Madura United, Sriwjijaya FC, kembali ke Timnas U19, Kalteng Putra, PSS Sleman. Itu dari tahun 2013 sampai 2021," ungkapnya.

Penangkapan Elwizan juga terkendala masalah identitasnya yang diubah-ubah oleh dirinya sendiri.

Menurutnya, tersangka mengubah identitas KTPnya yang beralamat di Palembang menjadi beralamat di Depok.

Menurutnya, sepengetahuannya, sampai sekarang tidak ada pemain PSS yang mengeluhkan usai ditangani dokter gadungan ini.

"Cuma tahu sendiri Saddam sampai hari ini tidak bisa main, belum bisa kami mainkan karena mungkin tidak fit. Saddam cedera saat itu kalau tidak salah dia yang merekomendasikan," ungkapnya. (rul)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dokter gadungan #Kabupaten Sleman #Kriminalitas