RADAR JOGJA - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengukuhkan guru besar baru dalam bidang teknik industri, yakni Prof. Dr.Eng., Ir. The Jin. AI, S.T., M.T., IPM. Dia menyampaikan pidato pengukuhan guru besar berjudul Model Matematis Pengambilan Keputusan dan Cara Penyelesaiannya di dalam Dinamika Tren Disruptif Dunia Industri.
The Jin menyampaikan, sektor industri merupakan salah satu sektor utama yang bisa mendukung perekonomian suatu bangsa. Industri berperan sebagai penggerak utama dam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi."Semua berkontribusi, baik industri kecil, menengah atau besar, baik industri milik negara ataupun industri swasta," katanya di Hall Lantai 3 Student Center UAJY, Senin (29/1).
Menurutnya, untuk mencapai keunggulan kompetitif, setiap industri tidak hanya dituntut mampu mengelola sebaik-baiknya sumber daya yang dimiliki. Namun juga dituntut untuk dapat merespons setiap perubahan dalam lingkup global."Misalnya perubahan perilaku dan tuntutan konsumen, atau perubahan teknologi atau perubahan kinerja, itu harus adaptif," pesannya.
Rektor UAJY G. Sri Nurhartanto mengatakan, prestasi The Jin merupakan capaian akademik yang membangun. Karena sebelumnya UAJY juga baru saja menerima surat keputusan penyerahan lima guru besar baru."Kami baru saja mendapat SK untuk lima guru besar baru dan total guru besar aktif di UAJY kini ada 18 orang, ini membanggakan," lontarnya.
Sri Nurhartanto mengungkapkan The Jin merupakan sosok yang sangat teliti dan serius dalam kesehariannya. "Beliau ini orangnya sangat serius, tapi pelan-pelan saya ubah perangai beliau agar bisa bersenda gurau," kelakarnya.
Sri sendiri mencanangkan pengukuhan pidato guru besar di UAJY merupakan hal yang wajib dan harus dilakukan secara resmi."UAJY bersama senat universitas mulai mewajibkan guru besar membuat pidato pengukuhan, maka nanti setiap bulan ada pidato pengukuhan," bebernya.
Ia meyakini bahwa pidato pengukuhan merupakan aspek penting yang memang harus dilakukan, selain sebagai momentum peresmian, pidato pengukuhan juga bisa digunakan sebagai ajang publikasi bagi khalayak.(*/iza/din)
Editor : Satria Pradika