SLEMAN - Length of stay atau lama singgah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sleman tergolong masih sangat rendah.
Rata-ratanya, bahkan, tidak mampu mencapai dua hari. Instansi terkait pun mencari siasat untuk meningkatkan hal tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan length of stay wisatawan rendah.
Salah satunya karena jarak antar destinasi yang cukup dekat. Sehingga, wisatawan pun tidak perlu menghabiskan banyak waktu.
Ishadi mengaku, pihaknya berupaya agar lama singgah wisatawan bisa semakin panjang. Adapun yang dilakukan pemkab di antaranya dengan memperbanyak event wisata pada malam hari.
Kemudian, juga mendorong agar pemilik usaha travel agent dapat membuat paket-paket wisata.
Disamping itu, lanjutnya, Dispar Sleman juga berupaya agar wisatawan dapat mengunjungi desa-desa wisata.
Sebab, dengan mengunjungi desa wisata, para wisatawan pun akan menginap dan menikmati kearifan lokal yang disediakan oleh masyarakat.
“Dengan banyaknya event saat malam hari dan desa wisata, maka wisatawan pun bisa semakin lama tertahan dan meningkatkan length of stay,” ujar Ishadi, Kamis (25/1).
Menurut dia, sampai saat ini lama singgah wisatawan di kabupaten Sleman maksimalnya hanya mampu mencapai 1,5 hari.
Diakuinya, memang cukup sulit agar length of stay bisa meningkat ke dua atau tiga hari karena beberapa faktor tersebut.
Meskipun demikian, dia menyebut, ada peluang yang bisa dimanfaatkan agar lama singgah wisatawan bisa meningkat. Selain melalui event berskala internasional.
Kegiatan wisuda perguruan tinggi menurutnya juga dapat dimaksimalkan untuk menambah masa singgah wisatawan. Serta menjadi peluang bagi masyarakat sekitar kampus untuk menyediakan jasa penginapan.
“Wisuda itu juga menjadi event wisata, karena satu perguruan tinggi saja jumlahnya bisa lebih dari tiga ribu orang. Jika keluarga wisudawan datang menginap ke Sleman pun akan menambah masa tinggal,” terang Ishadi.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, kunci utama bagi pariwisata adalah kreativitas dan ketepatan momen.
Karena itu, dia meminta agar para pelaku usaha harus mampu menangkap setiap kesempatan secara kreatif.
Kustini pun berharap masyarakat bisa selalu berinovasi menggelar event pariwisata yang menarik.
Terlebih, masyarakat bisa memanfaatkan potensi keindahan alam yang dapat dikembangkan menjadi berbagai destinasi wisata.
Untuk tahun ini, Pemkab Sleman diketahui juga telah menyiapkan lebih dari 120 event pariwisata. Dari jumlah tersebut 10 event di antaranya berskala internasional, 12 event berskala nasional, dan 99 event berskala lokal.
“Tentunya dengan calendar of event pariwisata ini dapat meningkatkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, meningkatkan lama tinggal, serta menjadi pemantik ekonomi masyarakat,” ungkap Kustini. (inu)