RADAR JOGJA - Gunung Merapi terpantau memuntahkan wedhus gembel alias awan panas guguran pada Rabu sore (24/1), tepatnya pada 15.56 WIB.
Seismograf BPPTKG Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat dengan amplitudo maksimal 51 milimeter.
Selain itu juga berdurasi 168,28 detik dengan jarak luncur maksimal 1800 meter ke Barat Daya atau Kali Bebeng.
Namun wedhus gembel kali ini tidak terlihat karena kawasan puncak Gunung Merapi sedang berkabut.
Hanya saja tiupan angin mengarah ke Timur Tenggara.
Sehingga ada potensi terjadi hujan abu vulkanik di kawasan terpaan angin tersebut.
Penyebab wedhus gembel adalah aktivitas vulkanik normal.
Baca Juga: Januari 2024, Polres Gunungkidul Catat 51 Kecelakaan, Lima Meninggal Dunia
Ditambah dengan intensitas hujan sejak 13:46 WIB dengan total curah hujan 15.72 mm.
BPPTKG meminta masyarakat lebih waspada atas bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Selain itu juga awan panas guguran di daerah radius potensi bahaya.
Editor : Bahana.