Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30.
Namun laporan terkait kejadian tersebut baru masuk ke BPBD Sleman sekitar pukul 06.30.
Bambang mengungkapkan, bahwa kronologi kejadian bermula ketika ada beberapa warga yang memotong pohon secara manual karena menimpa jaringan listrik dan akses jalan.
Namun secara tiba-tiba ada pengendara motor yang melaju dari arah timur dan langsung menabrak pohon mahoni berdiameter 40 cm yang posisinya sudah tumbang tersebut.
“Kondisi korban serta motor terjepit di batang pohon, pengendara sepeda motor meninggal dunia dan kendaraan rusak berat. Saat ini sudah dibawa ke RS Bhayangkara,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (23/1).
Sementara itu, data dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Sleman. Selama lima hari terakhir sudah ada tiga korban jiwa akibat bencana pohon tumbang.
Dua orang di kapanewon Berbah dan Prambanan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia di kapanewon Godean.
Kemudian untuk jumlah kejadian bencana akibat angin kencang, BPBD Sleman mencatat sudah ada 57 titik yang tersebar pada 15 kapanewon di Sleman.
Lalu untuk bencana tanah longsor tercatat di kapanewon Mlati, Prambanan, dan Turi.
“Kami imbau agar masyarakat mewaspadai berbagai potensi bencana hidrometeorologi,” ucap Bambang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani menyampaikan, bahwa kejadian pohon tumbang menjadi salah satu bencana yang tidak dapat diprediksi.
Sehingga pihaknya pun melakukan upaya preventif dengan memantau pohon-pohon yang rawan tumbang.
Menurut Epiphana, pihaknya sudah menyiapkan regu atau tim khusus untuk memantau pohon-pohon perindang jalan.
Dia pun meminta kepada masyarakat agar ikut melaporkan apabila ada pohon yang kondisinya membahayakan.
“Menghadapi musim hujan ini kami sudah lakukan monitoring pohon perindang, khususnya yang berada di jalan-jalan protokol. Karena itu yang menjadi tanggung jawab kita,” katanya.
Editor : Bahana.