Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

2.267 Anak Belum Terima Sub-PIN Polio, Dinkes Sleman Terus Lakukan Sweeping

Sevtia Eka Nova • Selasa, 23 Januari 2024 | 16:05 WIB
MEMBLUDAK: Suasana antrean yang mengular pada kegiatan Sub-PIN Polio di Kalurahan Caturharjo, Sleman, Senin (15/1). Dinkes Sleman menarget capaian imunisasi  bisa mencapai angka 99 persen.
MEMBLUDAK: Suasana antrean yang mengular pada kegiatan Sub-PIN Polio di Kalurahan Caturharjo, Sleman, Senin (15/1). Dinkes Sleman menarget capaian imunisasi bisa mencapai angka 99 persen.

RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat capaian Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) polio mencapai 98 persen. Sisanya, masih ada dua persen anak yang belum melaksanakan imunisasi polio tambahan karena beberapa alasan. Totalnya mencapai 2.267 anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, hingga berakhirnya Sub-PIN polio atau sampai dengan Sabtu (20/1) capaian imunisasi sudah menyasar 111.084 anak. Sementara untuk sisanya, dinkes akan melakukan sweeping. Melibatkan petugas kesehatan yang mendatangi langsung sasaran imunisasi.

Menurut dia, sweeping bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi tersebut akan berlangsung selama tiga sampai lima hari ke depan. Untuk kegiatannya dilakukan oleh petugas puskesmas pada masing-masing wilayah.

Sweeping menyasar anak yang belum terimunisasi kemarin karena beberapa hal. Kondisinya ada yang karena demam, diare, atau tidak tidak hadir,” ujar Yuli saat dikonfirmasi kemarin (22/1).

Sementara itu, Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menyampaikan, pelaksanaan Sub-PIN Polio dilakukan dua tahap. Untuk tahap pertama sudah dimulai 15-20 Januari. Sementara tahap kedua dijadwalkan pada 19-24 Februari.

Dia menjelaskan, bahwa imunisasi tetes polio diberikan sebanyak dua kali dengan jarak minimal satu bulan. Imunisasi tersebut dapat diperoleh gratis di puskesmas, posyandu, TK, sekolah, hingga pos imunisasi lainnya.

Saat ini, lanjutnya, polio sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai kejadian luar biasa di awal 2024. Hal itu usai adanya temuan kasus polio di beberapa wilayah di Jawa Tengah. “Sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, Sleman perlu melakukan tindakan. Salah satunya pelaksanaan sub-PIN polio,” ungkap Cahya. (inu/eno)

Editor : Satria Pradika
#dinkes sleman #pekan imunisasi nasional