SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat capaian Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) polio di wilayah tersebut mencapai 98 persen.
Hanya saja, memang masih ada beberapa sasaran yang belum melaksanakan imunisasi polio karena beberapa alasan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, hingga berakhirnya Sub-PIN polio atau sampai dengan Sabtu (20/1) kemarin capaian imunisasi sudah menyentuh angka 98 persen.
Jika dihitung dari total sasaran sebanyak 113.352 anak, Dinkes Sleman sudah melakukan imunisasi kepada sekitar 111.084 anak.
Yuli sapaanya menjelaskan, sementara untuk dua persen sisanya atau sekitar 2.267 anak yang belum menerima imunisasi akan dilakukan sweeping.
Sweeping sendiri melibatkan petugas kesehatan yang mendatangi langsung sasaran imunisasi.
Menurut dia, sweeping bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi tersebut akan berlangsung selama tiga sampai lima hari kedepan.
Untuk kegiatannya dilakukan oleh petugas puskesmas pada masing-masing wilayah.
“Sweeping menyasar anak yang belum terimunisasi kemarin karena beberapa hal. Kondisinya ada yang karena demam, diare, atau tidak tidak hadir,” ujar Yuli saat dikonfirmasi, Senin (22/1).
Sementara itu, Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menyampaikan, pelaksanaan Sub-PIN Polio dilakukan dua tahap.
Untuk tahap pertama sudah dimulai 15 sampai 20 Januari 2024. Sementara tahap kedua dijadwalkan pada tanggal 19 Februari hingga 24 Februari 2024.
Dia menjelaskan, bahwa imunisasi tetes polio diberikan sebanyak dua kali dengan jarak minimal satu bulan.
Imunisasi tersebut dapat diperoleh gratis di Puskesmas, Posyandu, TK, Sekolah Dasar, MI dan Pos Imunisasi lainnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, kalau untuk saat ini polio sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai kejadian luar biasa di awal tahun 2024.
Hal itu usai adanya temuan kasus polio di beberapa wilayah di Jawa Tengah.
“Sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, KABUPATEN Sleman perlu melakukan tindakan, salah satunya pelaksanaan Sub-PIN Polio,” terang Cahya.