SLEMAN - Dampak siklon tropis anggrek berupa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang mulai terasa di kabupaten Sleman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat pada Kamis (19/1) hingga Jumat (20/1) bahkan ada belasan pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan, dari hasil pendataan pihaknya hingga pukul 07.00 setidaknya ada sebanyak sebelas pohon tumbang.
Peristiwa tersebut terjadi di enam kapanewon di Kabupaten Sleman.
Makwan merinci, untuk bencana pohon tumbang paling banyak terjadi di kapanewon Cangkringan sejumlah 6 titik.
Meliputi pohon sengon berdiameter 15 cm menimpa jaringan PLN di Padukuhan Banjarsari, Glagaharjo.
Lalu, sebuah pohon jati berdiameter 20 cm tumbang melintang di jalan Padukuhan Singlar, Glagaharjo.
Lalu di Padukuhan Srunen, Glagaharjo, sebuah pohon jati berdiameter 20 cm tumbang melintang di jalan. Di Padukuhan Gading, Glagaharjo, sebuah rumpun bambu juga roboh menimpa jaringan listrik.
Kemudian di Padukuhan Ngrangkah, Umbulharjo dua pohon sengon tumbang melintang di jalan.
“Serta di Padukuhan Pentingsari, Umbulharjo juga ada sebuah pohon tumbang menerima rumah,” ujar Makwan dalam keterangannya, Jumat (19/1).
Selain di Kapanewon Cangkringan, BPBD Sleman juga mencatat kejadian pohon tumbang menimpa jaringan listrik di Padukuhan Jamur, Sendangrejo, Minggir.
Baca Juga: Baliho Caleg di Kebumen Kembali Makan Korban
Lalu, di Kapanewon Moyudan sebuah pohon lamtoro berdiamater 25 cm tumbang melintang di Jalan Mulyosari Tumut, Sumbersari.
Peristiwa pohon tumbang menimpa rumah juga terjadi di Padukuhan Karanganyar, Wedomartani, Ngemplak.
Sedangkan di Kapanewon Pakem ada dua pohon tumbang yang menimpa rumah serta jaringan listrik di Padukuhan Wonorejo, Hargobinangun.
Di wilayah perkotaan tepatnya Jalan Griya Taman Asri, Pandowoharjo, Sleman, pohon tumbang berdiameter 40 cm juga menimpa jaringan listrik dan menutup akses jalan.
“Sampai saat ini masih kami lakukan assessment dampak, namun untuk korban jiwa nihil,” terang Makwan.
Dia menghimbau, agar masyarakat mewaspadai potensi hujan yang terus menerus terjadi selama beberapa hari ini.
Sebab, kondisi tersebut dapat membuat permukaan tanah menjadi gembur.
Sehingga membuat daya cengkram akar pohon pun melemah. Akibatnya, pohon rindang pun akan mudah tumbang apabila terkena angin.
“Mohon kewaspadaan, terutama terhadap pohon perindang jalan dan pohon yang berdekatan dengan pemukiman,” pesan Makwan.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Warjono menyampaikan, potensi hujan sedang hingga lebat memang bisa terjadi di beberapa wilayah di Jogjakarta.
Hal itu disebabkan adanya kondisi dinamika atmosfer yang berpengaruh terhadap curah hujan.
Menurutnya, juga ada beberapa faktor yang membuat hujan turun deras. Di antaranya, karena pola angin baratan (Monsoon Asia) mendominasi wilayah DIY.
Baca Juga: Jarak Luncur 2,4 Kilometer, Gunung Merapi Muntahkan Dua Kali Awan Panas Guguran (APG) Malam Ini
Kemudian juga tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Daya Bengkulu dan di Australia.
Lalu, kondisi MJO saat ini berada di kuadran empat yang cukup berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di Indonesia bagian barat.
Kondisi pola pergerakan angin dari arah selatan hingga barat daya pun bergerak ke arah utara-barat laut.
Sehingga membawa pasokan uap air cukup maksimal dari Samudera Hindia. Selain itu juga karena kelembaban udara untuk kondisi saat ini bersifat basah.
“Waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” imbau Warjono. (inu)