Diprediksi badai ini berdampak hingga 18 Januari 2024. Berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Prediksi Pergerakan Badai per 18 Januari 2024
Berdasarkan pemantauan BMKG per 17 Januari 2024 pukul 19.00 WIB, badai siklon terdeteksi di Samudra Hindia tepatnya 1.150 kilometer Barat Daya Bengkulu.
Bergerak ke arah Selatan atau menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 2 knots atau 4 km/jam. Kekuatan badai terpantu memilik kekuatan 35 knots atau 65 km/jam.
Sementara untuk per 18 Januari 2024 pukul 19.00 WIB, Siklon Anggrek diprediksi berada di Samudra Hindia tepatnya sekitar 1300 kilometer Barat Daya Bengkulu.
Badai bergerak ke arah Selatan dengan kecepatan 4 knots atau 8 km/jam. Kekuatan angin badai mencapai 55 knots atau 100 km/jam dan masuk kategori 2.
Dampak ke Yogyakarta
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, Siklon Tropis Anggrek menyebabkan dampak tidak langsung.
Berupa adanya wilayah konvergensi atau pertemuan massa udara di wilayah Jawa.
Fenomena alam ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta.
Siklon Tropis Anggrek memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam 24 Jam kedepan. Berupa potensi hujan dengan intenitas sedang hingga lebat.
Selain itu dapat disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan tinggi gelombang hingga 2,5 meter hingga 4 meter di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa dan Perairan Selatan Yogyakarta.
Imbauan
BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta menghimbau kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak terjadinya longsor, banjir, banjir bandang, serta kerusakan akibat sambaran kilat/petir dan angin kencang.
Editor : Bahana.