SLEMAN - Dinas Pariwisata Sleman memastikan target kunjungan wisatawan pada tahun ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Adapun untuk tahun 2024 targetnya dinaikan menjadi 7,5 juta wisatawan atau naik sebanyak 500 ribu kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, pada tahun 2023 target kunjungan 7 juta wisatawan dapat terlampaui.
Itu lantaran, selama kurun Januari hingga Desember tahun lalu tercatat ada sebanyak 7.767.661 kunjungan atau mencapai 110 persen.
Dengan melihat capaian tersebut, Ishadi pun optimis, target 7,5 juta wisatawan serta target pendapatan sebesar Rp. 4,5 miliar pada tahun ini bisa tercapai.
Terlebih, Dinas Pariwisata Sleman juga telah menyiapkan strategi menarik minat wisatawan melalui Calendar of Event 2024. Sekaligus, promosi berbagai potensi wisata.
“Kami optimis target (kunjungan wisatawan dan pendapatan) tercapai,” ujar Ishadi, Rabu (17/1).
Lebih lanjut, dia mengaku, kalau pihaknya juga berkomitmen mempercepat pengembangan ekonomi kreatif.
Sebab, potensi ekonomi kreatif di Sleman memiliki dinamika yang cukup bagus.
Khususnya, di tiga sub sektor unggulan yaitu seni pertunjukan, kriya bambu, serta film, animasi dan video.
Ishadi menambahkan, pada bulan Desember 2023 lalu kabupaten Sleman juga telah memperoleh predikat sebagai Kabupaten Kreatif Sub Sektor Film, Animasi dan Video dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Baca Juga: Sediakan Psikolog Mumpuni, RSUD Wonosari Siapkan Ruangan Khusus Untuk Caleg Stress Pasca Pemilu
Pihaknya pun turut mengajak akademisi, pelaku usaha, perguruan tinggi, pemerintah, dan media untuk terus memperkuat kerja sama.
“Agar pengembangan ekonomi kreatif di berbagai sub sektor dapat dilakukan secara terpadu dengan dukungan penuh dari semua stakeholder terkait,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, bahwa dalam setiap momentum liburan masyarakat lokal bisa menyambut kedatangan wisatawan dengan full senyum atau ramah.
Ini agar harapannya, para wisatawan yang menghabiskan masa liburannya di Bumi Sembada bisa merasa nyaman.
Menurutnya, dengan bersikap full senyum kepada wisatawan nantinya juga akan berdampak positif bagi masyarakat.
Lantaran para wisatawan akan betah dan membeli serta menggunakan jasa milik masyarakat lokal. Seperti penginapan, kuliner, hingga membeli oleh-oleh.
“Jika tamu merasa senang dan nyaman, implikasinya tentu akan sangat positif bagi masyarakat sendiri. Salah satunya peningkatan ekonomi,” terang Kustini. (inu)