SLEMAN - Pemkab Sleman resmi memulai Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) polio pada Senin (15/1).
Minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut tinggi. Bahkan terjadi antrian mengular di beberapa lokasi.
Pantauan Radar Jogja di Kalurahan Sumberadi, Mlati masyarakat yang datang membawa anak-anaknya untuk imunisasi cukup banyak.
Bahkan, antreannya sempat mengular dan membuat para orang tua rela berpanas-panasan. Lantaran jumlah kursi dan tenda yang disediakan tidak mencukupi.
Kondisi yang sama juga terjadi di Kalurahan Caturharjo. Ratusan orang tua nampak mengantri sesuai nomor urut agar anaknya bisa mendapatkan imunisasi pencegahan polio.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, pihaknya menarget capaian imunisasi polio minimal bisa menyentuh 95 persen.
Namun, diharapkan tetap bisa mendekati angka 99,99 persen.
Menurut Yuli sapaanya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memproyeksikan angka minimal imunisasi di Sleman sebanyak 149.821 anak.
Itu dikarenakan, secara geografis kabupaten Sleman berbatasan langsung dengan wilayah Klaten yang sudah ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) polio oleh pemerintah pusat.
“Secara rill di lapangan semoga bisa lebih dari 95 persen, kalau bisa mendekati 99,99 persen. Intinya sebanyak-banyaknya,” ujar Yuli kepada Radar Jogja, Senin (15/1).
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Esti Kurniasih menyatakan, ada beberapa evaluasi yang disampaikan.
Salah satunya terkait dengan penumpukan masyarakat yang melakukan imunisasi polio.
Menurut dia, akan lebih efektif jika puskesmas atau kalurahan melakukan imunisasi polio secara tersebar di beberapa posyandu.
Hal itu, agar tidak terjadi kepadatan masyarakat lantaran lokasinya yang terpusat.
Esti membeberkan, bahwa di kapanewon Prambanan sudah menerapkan imunisasi polio di posyandu-posyandu.
Sehingga petugasnya pun terbagi, pelayanan lebih cepat, dan tidak terjadi antrian mengular.
“Akan lebih efektif imunisasi dilakukan di posyandu, namun itu tergantung kebijakan puskesmas dan kalurahan serta kapanewon. Karena sudah ada kesepakatan tersendiri,” terangnya.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, monitoring penyakit polio juga terus dilakukan pemkab. Agar tidak ditemukan kasus polio di Bumi Sembada.
Apalagi, dengan kondisi geografis kabupaten Sleman dan Klaten yang berbatasan langsung.
"Kita terus perhatikan perkembangan penyakit ini. Mau tidak mau, semua siaga dan memastikan imunisasi lanjutan ini dilakukan merata ke seluruh anak-anak di Sleman agar kebal dan tidak menularkan ke orang lain," tegas Kustini. (inu)